Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 5 April 2016 Read More →

Rois Syuriah PBNU : Pemimpin Korupsi, akan Jadi Catatan Sejarah Generasi ke Generasi

manaqib6

Rois Syuriah PBNU Brebes, KH Subhan Makmun dalam acara Manaqib Qubro di Pendopo Kabupaten Brebes

BREBESNEWS.CO – Menjadi Presiden, Gubernur maupun Bupati harus siap menjadi plekatikane (pelayan) masyarakat. Dalam artian bisa melayani kemauan masyarakat dalam rangka menyelesaikan tugas tugas pembangunan bangsa ataupun pembangunan daerah.

“Seperti Mbah Joko Poleng, adalah plekatik yang sangat bagus sehingga namannya harum di jagat Brebes hingga kini,” demikian disampaikan Rois Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Subhan Makmun saat menyampaikan pengajian umum dan pembacaan manaqib di Pendopo Bupati Brebes, Senin malam (4/4/2016).

Kiai Subhan mengingatkan, agar seorang pemimpin Negara maupun daerah jangan sampai menyombongkan diri apalagi sampai menyakiti hati rakyat. Semua warga masyarakat harus dirangkul kendati tidak sejalan dengan buah pikiran yang diprogramkannya.

Namun, apa yang dititahkan oleh seorang pemimpin bisa meninggalkan rekam jejak yang bisa menjadi pijakan seluruh rakyat hingga berabad-abad lamanya. Tentu saja, bekas pijakan itu akan bernilai positif manakala lembaran yang ditorehkan adalah prestasi. Namun berakibat sebaliknya bila penuh dengan nilai-nilai negatif seperti korupsi.

“Keduanya, akan menjadi catatan sejarah tersendiri bagi masyarakat dari generasi ke generasi,” kata Kiai Subhan yang juga pengasuh pondok pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes.

Termasuk para ustadz di madrasah, lanjutnya, yang mengenalkan huruf demi huruf hijaiyah, amaliyahnya akan dicatat. Apalagi dengan berbuat kebaikan yang monumental, pastilah catatan sejarahnya layak ditulis dengan tinta emas. Jadilah madu yang mampu menyemangati dan menyembuhkan penyakit. Serta jadilah sinar yang menerangi kegelapan malam.

“Namun semua itu, harus dilakoni semata-mata mencari ridlo Allah SWT,” pungkasnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyambut baik acara manaqiban sebagai upaya menguatkan kelembutan hati. Apalagi Kabupaten Brebes bakal menghadapi hajat besar demokrasi yakni pemilihan kepala daerah serentak dan pemilihan kepala desa serentak.

“Untuk itu diperlukan suasana yang adem, ayem, aman, nyaman, dan kondusif,” pintanya.

Pembacaan Manaqib Syekh Abil Hasan Asy Syadzili dipimpin KH Syaefudin dari Jatirokeh Songgom Brebes. Ratusan ulama dan santri serta pejabat Pemkab Brebes menyatu di pendopo untuk bersama-sama membaca manaqib dan berdoa bersama untuk kedamaian dan kemajuan Brebes.

Kepala bagian Kesra Setda Brebes KH Ahmad Imron menjelaskan, pengajian dan manaqib akan menjadi agenda selapanan yang digelar setiap Selasa Kliwon. Pembacaan manaqib tidak hanya Asy Syadzili saja tetapi juga Tijaniyah, Qodriyah dan lain-lain. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi