Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 22 June 2016 Read More →

Brebes Dapat 124 ribu Kartu Indonesia Pintar Jokowi

KIP

Bupati Brebes Idza Priyanti saat membagi Kartu Indonesia Pintar program Presiden Jokowi kepada anak-anak sekolah

BREBESNEWS.CO -Kabupaten Brebes mendapatkan 124 ribu lembar Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Pemerintahan Jokowi. Pada tahap awal, diserahkan 47 ribu dan tahap kedua 77 ribu.

KIP ini mulai disosialisasikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE kepada orang tua siswa penerima KIP diberbagai tempat.

“Kartu Indonesia Pintar (KIP) menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan sampai lulus SMA/SMK/MA,” papar Bupati Brebes Hj Idza Priyanti saat sosialisasi di Gedung PGRI Kecamatan Tanjung, Brebes Selasa kemarin (21/6/2016).

Kata Idza, KIP diberikan sebagai penanda dan digunakan untuk menjamin serta memastikan seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun). Penerima merupakan anggota keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau memenuhi kriteria yang ditetapkan (seperti anak dari keluarga peserta PKH).

Untuk mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar, mereka harus terdaftar di Sekolah, Madrasah, Pondok Pesantren, Kelompok Belajar (Kejar Paket A/B/C) atau Lembaga Pelatihan maupun Kursus.

Besaran bantuan untuk KIP SD sebesar Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu, dan SMA Rp 1 juta pertahun, namun pencariannya dua kali yakni per- semester.

“KIP bisa dicairkan di BRI atau BNI setelah mendapat registrasi pengaktivan dari pihak sekolah di mana anak yang bersangkutan bersekolah, jangan digunakan untuk belanja lebaran,” pesan Idza.

Bupati menegaskan dana KIP halal hukumnya bila untuk membeli keperluan anak sekolah seperti buku, tas, baju seragam dan kebutuhan sekolah lainnya.

Selain KIP, Pemerintah Kabupaten Brebes juga menggelontorkan dana untuk Kartu Brebes Cerdas (KBC) sebesar Rp 18 milyar.

KBC atau Bantuan Operasional Daerah (Bosda) ini sangat berarti bagi anak-anak Brebes karena pada tahun 2020-2030 menghadapi bonus demografi. Dimana generasi muda harus memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi persaingan yang ketat di tahun tersebut. “Pelakunya, adalah generasi sekarang,” tandasnya Idza. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan