IKLAN CUKAI DINKOMINFOTIK KAB.BREBES
BrebesNews.Co 14 June 2016 Read More →

Bumiayu Punyai Situs Tertua, Namun Keberadaanya Belum Dilirik Pemkab Brebes

fosil

Beberapa fosil temuan yang berada di Bumiayu saat di teliti Balai Arkeologi Jogjakarta

BREBESNEWS.CO – Setelah dilakukan penelitian oleh Balai Arkeologi Yogyakarta, Bumiayu dinyatakan sebagai situs tertua di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil gajah purba “sinomastodon bumiayuensis”, gajah purba berumur 1,2 hingga 1,5 juta tahun lalu.

“Sinomastodon ini merupakan spesies mamalia bergading besar dari genus Mammut. Mastodon adalah pemakan dedaunan dan dahan pohon yang hidup sejak 40 juta tahun silam,” kata Siswanto Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta, Selasa (14/6/2016).

Menurut Siswanto, Keberadaan Sinomastodon adalah sebuah keunikan tersendiri yang dimiliki oleh Bumiayu karena dibandingkan dengan daerah lain, keberadaan fosil Sinomastodon ini sangat sulit ditemukan.

Namun sayangnya Situs Bumiayu selama ini tidak dilirik oleh pemerintah setempat, padahal potensi ilmu pengetahuan dibidang purbakala sangatlah banyak dan bagus di Situs Bumiayu ini.

“Sebenarnya situs Bumiayu ini sudah dikenal sejak lama, hal itu dibuktikan dengan banyaknya artikel dari luar negeri yang sudah dipublikasikan oleh orang asing dengan sebutan ” Bumiayuensis” dan itu merupakan sebuah bukti yang nyata,” ungkap Siswanto.

Balai Arkeologi menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan Tim Buton yang telah mengamankan benda-benda Purbakala ini yang memiliki potensi ilmu pengetahuan yang tinggi. Upaya ini perlu dilestarikan dan butuh difasilitasi oleh pemerintah agar keberadaannya itu mampu berkembang dan bermanfaat untuk pendidikan khususnya penelitian purbakala.

Kedatangan Balai Arkeologi Yogyakarta ini guna meneliti keberadaan ribuan fosil yang ada dikediaman H.Rafli Rizal salah seorang pemerhati Purbakala dan juga koordinator Tim Buton (Bumiayu-Tonjong).

Tim Buton selama ini telah banyak melakukan pengumpulan fosil-fosil hewan purbakala yang ditemukan di aliran sungai wilayah Bumiayu dan Tonjong. Rafli Rizal memaparkan, dari ribuan fosil binatang purba tersebut, hampir 200an fosil telah diidentifikasi oleh Balai Arkeologi Yogyakarta dan Badan Geologi Bandung.

Salah satunya adalah fosil rahang gajah purba jenis Sinomastodon, Stegodon dan Elephas. Selain itu juga ada fosil Badak, monyet, kudanil, babi, kura-kura dan beberapa binatang laut dalam lainnya.

Pengumpulan fosil binatang purba oleh Tim Buton ini semata-mata guna menjaga dan melestarikan agar benda purbakala ini tidak hilang oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Selain itu keberadaan benda-benda Purbakala ini juga untuk bahan ilmu pengetahuan bagi generasi penerus bangsa ini.

“Oleh karena itu kami berkeinginan agar Bumiayu memiliki Museum Purbakala sendiri, hal ini agar benda purbakala yang berasal dari Bumiayu bisa dikumpulkan lagi jadi satu. Akan tetapi semuanya itu butuh dukungan pemerintah yang peduli akan keberadaan situs Buton ini,” pungkas Rizal. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi