Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 29 June 2016 Read More →

Ribuan’ Kartu Indonesia Pintar ’ di Bantarkawung Tak Tersalurkan

kartu

Kartu Indonesia Pintar yang tertahan di Kantor Balai Desa Jipang Kecamatan Bantarkawung

BREBESNEWS.CO – Ribuan kartu indonesia pintar (KIP) yang belum lama ini dibagikan oleh pemerintah kabupaten Brebes di kecamatan Bantarkawung, hampir sebagian masih tertahan dimasing-masing desa dan dipastikan tidak akan disalurkan.
Pasalnya KIP yang tertahan itu lantaran nama sang penerima sudah bukan lagi usia sekolah dan terjadi nama ganda.

” Ini kan proyek nasional kok bisa para penerimanya tidak sesuai realita dilapangan dan terkesan asal-asalan menggunakan data penduduk,” ujar HM. Bahrun Kades Jipang, Rabu (29/6/2016).

Menurut Bahrun, di Desa Jipang dari jumlah 1.560 penerima KIP, hampir sekitar 500 pcs KIP masih tertahan didesa dan tidak akan dibagikan. Hal ini karena sipenerima bukan usia sekolah lagi dan kebanyakan dari mereka sudah bekerja serta sudah menikah.

” Masa orang kelahiran tahun 1997 mendapatkan KIP, yang benar saja… jadi langsung saja kami sortir dan kami tahan kartu KIP-nya di balaidesa. Hal ini agar tidak disalah gunakan, oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” lanjut Bahrun sembari menunjukan tumpukan amplop KIP yang telah disortir.

Sementara kepala UPTD PEndidikan Kecamatan Bantarkawung Suripno membenarkan adanya ribuan KIP dari 6057 kartu yang tidak dapat tersalurkan ke masyarakat.
Desa tidak perlu khawatir soal tidak tersalurkannya KIP tersebut, pasalnya KIP itu akan berfungsi mana kala sang penerima bukan merupakan usia sekolah dan apalagi tidak melanjutkan sekolah.

” Sekolah yang bersangkutanlah yang akan melakukan aktifasi kartu. Jadi jika si penerima itu tidak sekolah tentunya bantuan itu tidak dapat dicairkan oleh BRI maupun BNI,” jelasnya.

Pihak bank, lanjut suripno, tidak akan gegabah untuk mencairkan bantuan dari KIP tersebut. Karena salah satu persyaratannya adalah pernyataan dari sekolah bahwa yang bersangkutan merupakan siswa di sekolah tersebut dan penerima KIP dari pemerintah.

“Selanjutnya sekolah akan mengeluakan SK penerima bantuan pencairan KIP yang ditujukan untuk Bank. Barulah KIP itu bisa berfungsi dan bantuan bisa dicairkan,” pungkas Suripno. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Pendidikan