DIRGAHAYU KAB. BREBES KE 339
BrebesNews.Co 7 June 2016 Read More →

Rugikan PDAM dan Keselamatan Warga, Galian Viber Optik di Bumiayu Disoal

PDAM saat melakukan perbaikan jaringan, akibat galian viber optick

PDAM saat melakukan perbaikan jaringan, akibat galian viber optick

BREBESNEWS.CO – Keberadaan galian kabel viber optick yang menghiasi bahu jalan di sepanjang jalan nasional ruas Bumiayu-Purwokerto mulai dikeluhkan oleh sejumlah pihak yang merasa dirugikan. Salah satunya adalah Perusahaan daerah air Minum (PDAM), dimana selama penggalian tersebut, pihaknya kerap dirugikan hingga jutaan rupiah lantaran jaringan pipa air milik PDAM sering bocor.

“Sampai saat ini sudah lebih dari 5 titik yang kami perbaiki dan ujung-ujungnya kami sering mendapatkan komplen dari para pelanggan,” ujar Anis Syafarudin, kepala PDAM unit Bumiayu.

Menurut Anis, memang tingkat kerusakan yang terjadi tidaklah sama, tergantung dari tingkat kebocoran jaringan pipa itu sendiri, namun untuk tiap titiknya menghabiskan antara Rp. 100 – 300 ribu. Dirinya berharap pada pihak yang mengerjakan galian tersebut, agar mengkoordinasikan terlebih dahulu sebelum mengerjakan, sehingga tingkat kebocoran yang terjadi tidak terlalu banyak.

“Kami harap mereka yang mengerjakan proyek galian ini setidaknya ada koordinasi dulu, jangan asal ceplok saja,” gerutu Anis.

Hal senada juga diungkapkan Yudi Setiawan kepla PDAM unit Paguyangan, dimana selama adanya penggalian viber optick tersebut, pihaknya telah melakukan perbaikan jaringan sebanyak lebih dari puluhan titik. Titik kerusakan tersebar sepanjang jalan Pagojengan – Paguyangan.

“Jika Kami hitung lebih dari puluhan titik kebocoranyang kami perbaiki selama ini dan belum yang nanti akan dikerjakan,” katanya.

Terpisah, Camat Bumiayu Urip Rosidiq menyatakan Ijin penggalian kabel viber optick itu memang dikeluarkan oleh provinsi, namun pada prosesnya kecamatan sering dilewati, sehingga manakala ada keluhan seperti ini pihaknya tidak bisa berkomentar banyak.

“Beberapa masyarakat sudah banyak yang menyoal galian itu, tapi karena tidak adany koordinasi dari pihak penggarap sehingga kami tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan,” ungkap Camat Urip.

Menurut Urip yang menjadi masalah lagi yakni bekas galian tersebut biasanya hanya diurug tanah sedapatnya saja dan kerap menyebabkan faktor kecelakaan dijalan raya. Oleh karena itu sudah selayaknya ada space khusus seperti dikota besar untuk pemasangan kabel maupun jaringan apapun, sehingga tidak mengganggu kondisi jalan raya.

“Jika ada space khusus maka pemasangan kabel ataupun jaringan lainnya tidak akan mengganggu,” pungkas Urip. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi