BrebesNews.Co 21 July 2016 Read More →

Mewaspadai Persebaran Infeksi di Lingkungan Rumah Sakit

azmi

Oleh : Azmi Majid (3M)
Penulis adalah warga Brebes

”Health-care Associated Infections (HAIs)” merupakan komplikasi yang paling sering terjadi di pelayanan kesehatan.

HAIs selama ini dikenal sebagai Infeksi Nosokomial atau disebut juga sebagai Infeksi di rumah sakit ”Hospital-Acquired Infections” merupakan persoalan serius karena dapat menjadi penyebab langsung maupun tidak langsung kematian pasien.

Kalaupun tak berakibat kematian, pasien akan dirawat lebih lama sehingga pasien harus membayar biaya rumah sakit yang lebih banyak.
HAIs adalah penyakit infeksi yang pertama muncul (penyakit infeksi yang tidak berasal dari pasien itu sendiri).

Penyakit infeksi tersebut muncul dalam waktu antara 48 jam dan empat hari setelah pasien masuk rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya, atau dalam waktu 30 hari setelah pasien keluar dari rumah sakit.

Dalam hal ini termasuk infeksi yang didapat dari rumah sakit tetapi muncul setelah pulang dan infeksi akibat kerja terhadap pekerja di fasilitas pelayanan kesehatan.

Angka kejadian terus meningkat mencapai sekitar 9% (variasi3-21%) atau lebih dari 1,4 juta pasien rawat inap di rumah sakit seluruh dunia.Kondisi ini menunjukkan penurunan mutu pelayanan kesehatan.

Tak dipungkiri lagi untuk masa yang akan datang dapat timbul tuntutan hukum bagi sarana pelayanan kesehatan, sehingga kejadian infeksi di pelayanan kesehatan harus menjadi perhatian bagi Rumah Sakit.

Pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok yang berisiko mendapat HAIs.

Infeksi ini dapat terjadi melalui penularan dari pasien kepada petugas, dari pasien ke pasien lain, dari pasien kepada pengunjung atau keluarga maupun dari petugas kepada pasien. Dengan demikian akan menyebabkan peningkatan angka morbiditas, mortalitas, peningkatan lama hari rawat dan peningkatan biaya rumah sakit.

Program pencegahan

Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sangat penting untuk melindungi pasien, petugas medis (dokter/perawat), keluarga penunggu pasien juga pengunjung dari resiko tertularnya infeksi karena dirawat.

Keberhasilan program PPI perlu keterlibatan lintas profesional: Klinisi, Perawat, Laboratorium, Kesehatan Lingkungan, Farmasi, Gizi, IPSRS, Sanitasi &housekeeping.

Begitu juga Infeksi Daerah Operasi (IDO) – Surgical Site Infection – menurut CDC,2016 merupakan “Infeksi yang terjadi selama kurun waktu 30 hari setelah pembedahan tanpa implant dan 1 tahun paska pembedahan pada tindakan pemasangan implant”.

SSI-Surgical Site Infection – di rumah sakit angka kejadiannya 2% – 5% dari pasien operasi rawat inap sehingga berdampak waktu perawatan bertambah 7 – 10 hari dengan tentunya biaya yang membengkak ,resiko mortalitas 2% – 11%lebih tinggi.

Perlunya sosialisasi pencegahan infeksi

Mengantisipasi tertularnya infeksi pada pasien yang dirawat ataupun lingkungan rumah sakit inilah, maka perlunya sosialisai – edukasi yang terus menerus ,berkesinambungan dan menyeluruh dari seluruh elemen rumahsakit, dari manajemen, dokter, perawat,paramedisdantentunya PPI – IPCN – Infection Prevention & Control Nurse –

Sebagai garda depan dalam pencegahan infeksi di rumahsakit PT. 3M Indonesia – Health Care Business – 3M Health Care Academy sangat konsisten dalam ikut serta meningkatkan derajat pelayanan kesehatan dan terus menerus melakukan inovasi produk serta edukasi bagi masyarakat kesehatan Indonesia.

Salah satu – Clinical Consultant 3M Indonesia –Alfredo Fernando menyatakan akan secara berkala mengadakan pelatihan dan workshop di seluruh Indonesia sebagai tanggungjawab perusahaan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan membantu pencapaian rumah sakit dalam akreditasi yang merupakan patokan mutlak peningkatan pelayanan rumah sakit bagi seluruh masyarakat.

Saat ini 3M sudah melaksanakan kegiatan sosialisasinya dalam upaya pencegahan infeksi antaranya di RS Kardinah Kota Tegal, RS Muhamadiyah Singkil Kabupaten Tegal dan akan berlanjut di RSI Harapan Anda Kota Tegal.

Selain itu di Agustus 2016, 3M Health Care Academy juga akan menyelenggarakan Seminar dan Workshop tentang Penanganan Pencegahan Infeksi RS dan Penanganan CSSD – Central Sterilization Supply Department –di Semarang , dengan peserta dari rumah sakit  area Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Dengan kesadaran masyarakat tentang pentingnya arti mencegah infeksi lingkungan utamanya di rumah sakit, semoga hidup masyarakat bisa bebas dari berbagai infeksi penyakit dan hidup sehat bekualitas, Wassalam (*)

Posted in: Opini