Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 24 August 2016 Read More →

Buruh BM Pasir di Bumiayu Protes Galian C Gunakan Alat Berat

protes

Para buruh bongkar muat pasir di aliran sungai Pemali Bumiayu melakukan protes dengan menyampaikan keluhannya ke wartawan

BREBESNEWS.CO – Setelah beberapa waktu lalu ribuan warga desa Pangebatan dan Bantarkawung melakukan unjuk rasa menyoal keberadaan galian C berikut alat beratnya, kini giliran ratusan BM (bongkar muat) dan petani dari Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu juga menolak keberadaan alat berat milik Kalimasyada yang beroperasi di sungai Pemali.

Penolakan mereka lantaran para BM merasa tersisih oleh keberadaan alat berat yang dipandang lebih cepat dan efisien dalam mengambil material sungai pemali. selain itu dengan adanya alat berat mereka mengakui kehilangan mata pencaharian mereka karena tergantikan oleh alat berat tersebut.

“Kami para bongkar muat yang setiap hari menggantungkan nasib di sungai pemali, jelas-jelas sangat menolak keberadaan alat berat yang digunakan pengusaha galian C,” ujar Sukim salah seorang BM yang ditemui BREBESNEWS.CO, Rabu (24/8/2016) di lokasi penambangan sungai Pemali.

Hal senada juga dikatakan ujer salah satu BM di sungai pemali, dengan adanya alat berat itu para supir akan lebih memilih menggunakan alat berat karena lebih cepat ketimbang menggunakan jasa BM dan dengan begitu mereka akan berdampak pada penghasilan mereka setiap harinya.

“Selama ini, sebelum adanya alat berat, para BM akan mendapatkan upah untuk setiap kali angkut sekitar Rp 15.000 – 20.000. Kemudian untuk setiap harinya kami rata-rata hanya mampu 2x angkutan saja. Namun setelah adanya alat berat kami lebih banyak nganggurnya sementara kebutuhan keluarga harus dicukupi,” ungkap ujer.

Sementara Achmad Casman salah seorang petani menyatakan, keberadaan alat berat yang digunakan pengusaha Galian C tersebut, dipandang merusak lingkungan khususnya areal pertanian warga seluas puluhan hektar yang berada di pinggiran sungai pemali.

Dirinya bersama warga yang lain juga membantah jika warga kalinusu telah menyetujui 100% dengan adanya alat berat yang dibuktikan melalui tanda tangan dukungan.

“Itu tandatangan daftar hadir saat pertemuan dengan pengusaha galian C dan bukan tandatangan persetujuan adanya alat berat,” papar Casman yang juga anggota Kelompok tani (poktan) Galuh Tani.

Casman menambahkan, sebelumnya masyarakat Desa Kalinusu yang menjadi BM dan penambang tradisional disungai pemali itu, mulanya masih menerima adanya alat berat karena dijanjikan ada konpensasi untuk pembangunan masjid di Desa Kalinusu.

Akantetapi semua itu dibantah oleh Imam Wahyono, tokoh masyarakat yang juga ketua panitia pembangunan masjid. Menurutnya, pihaknya tidak menerima bantuan dari pengusaha Galian C untuk pembangunan masjid.

“Saya pastikan sampai detik ini kami tidak menerima dan kami tidak minta sepeserpun kepada pengusaha galian C untuk pembangunan masjid di Desa Kalinusu. Tanpa bantuan dari pengusaha galian C pun kami Alhamdulillah telah menyelesaikan pembangunan masjid dengan dana swadaya masyarakat,” tandas Imam Wahyono. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi