BrebesNews.Co 15 August 2016 Read More →

Kasturi, Warga Bulusari Bulakamba ini Derita Penyakit Aneh

kasturi3

Kasturi hanya bisa tergeletak lemah di kasurnya saat dikunjungi Bupati Brebes Idza Priyanti

BREBESNEWS.CO -Kasturi (47) seorang wanita warga desa warga RT 2 RW IX nomor 23 Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes sudah lama terkulai lemas diranjang tidurnya, sembari menahan sakit yang dideritanya.

Meskipun menahan sakit, Kasturi masih lancar berbicara dan pendengarannya masih tajam.

Ditemui dirumahnya, Kasturipun, bercerita perihal penyakit yang dideritanya. Dia bercerita kalau sudah sebulan lebih, dirinya hanya terlunglai tak berdaya di tempat tidurnya.

Selama itu pula penyakitnya kian mengganas. Hari-harinya hanya berkubang dengan rasa perih dan panas yang menyiksa.

Entah penyakit apa namanya. Kulit yang membungkus daging Kasturi sudah melepuh seluruhnya, dari ujung kaki hingga kepala berubah melar, dan mengembang keluar. Warnanya menghitam serta mengeluarkan aroma daging yang mulai membusuk.

Wajahnya kini tidak terlihat lagi bentuk paras aslinya, hingga usianya terlihat jauh lebih tua dari usia yang sesungguhnya.
Kulit Kasturi memang sangat rentan dan sensitif dengan sentuhan. Rasanya gatal sampai mengeluarkan cairan getah bening jika disentuh.

“Apalagi jika bergerak rasanya menjadi sangat menyiksa. “Kata dokter, dulu saya menderita getah bening, sudah pernah dirawat di rumah sakit,” tutur Kasturi.

“Sudah sebulan ini, ibu sakit begini. Kasihan dia tidak bisa apa-apa, berbaring saja kata nya sakit. makan pun sakit,” kata Eti (25), anak kedua Kasturi menambahi.

Kata Eti penyakit aneh yang dialami ibunya ini mulai terasa sejak sebulan lalu, tepatnya sebelum hari raya Idul Fitri. Saat itu, ibunya terserang penyakit gatal-gatal hebat, kulitnya kemudian bersisik mirip seperti tekstur kulit ikan bandeng.

Kemudian, oleh pihak keluarga Kasturi dibawa ke RSUD Brebes untuk berobat. Namun, keluarga tidak mengetahui pasti penyebab gatal dan perubahan kulit tersebut. Hanya saja, oleh tim medis yang menangani, Kasturi diberi resep obat.

“Waktu itu tidak dikasih tahu jelas ibu saya sakit apa, dikasih resep obat. Setelah itu obatnya ditebus, selama sebulan ini obat itu dikonsumsi. Tapi setiap kali obat itu dipakai, ibu bilang rasanya perih dan panas, kemudian dia menggigil. Begitu sampai akhirnya jadi tambah parah begini, sehingga obat itu tidak dihabiskan,” kata Eti.

Sebelum menderita penyakit aneh ini, keluarga menyampaikan jika Kasturi memang pernah memiliki riwayat penyakit lain. Tahun 2014 dirinya pernah menjalani operasi penyakit kelenjar bening akibat benjolan di pundaknya.

Pada tahun yang sama, Kasturi juga didiagnosa mengalami penyakit paru-paru. Hingga setahun itu, pihak Kasturi berobat bergantian, satu minggu berobat kelenjar getah bening, pekan selanjutnya, berobat paru-paru.

Sampai April 2015, Kasturi yang merasa sudah sembuh kembali beraktivitas lagi. “Ibu saya profesinya sebagai penjual sayur keliling, waktu puasa juga masih sempat jualan. Sampai kena gatal-gatal itu, dan begini keadaannya,” tutur Eti lagi.

Kasturi adalah tulang punggung keluarga, setelah suaminya Sukadi (50), sudah tujuh tahun belakangan tidak bisa lagi mencari nafkah akibat gangguan pada pengelihatannya. Semula segala kebutuhan biaya hidup keluarga hingga pendidikan anak-anaknya ditanggung Kasturi.
Setelah Kasturi tergolek lemah, roda ekonomi pun ikut berhenti. Pasangan Sukadi dan Kasturi ini memiliki lima anak, dua anak

pertamanya sudah hidup berumah tangga, sementara anak ketiga kini menjadi tulang punggung merantau ke Jakarta untuk mencari tambahan ekonomi keluarga.

Sejak Kasturi mengalami penyakit aneh ini, pihak keluarga menjadi serba kebingungan. Untuk menjalani penyembuhan yang terbayang adalah masalah biaya, belum lagi kondisi tubuh Kasturi yang semakin ringkih membuat proses evakuasi juga dianggap akan sangat menyakitkan.

Melihat keadaan penyakit Kasturi yang sangat parah, Bupati Idza langsung menyuruh kepada Camat Bulakamba Edy Sudarmanto, Kepala Desa Bulusari Saefudin dan Kepala BLUD Puskesmas Bulakamba Dr Adi Supriyadi untuk membawa Kasturi kembali ke RSUD.

“Kalau memang harus dirujuk ke RS Karyadi, lakukan,” perintah Bupati saat menjenguk Kasturi, di rumahnya, Senin (15/8/2016).

Kasturi yang sudah ikut BPJS Kesehatan, kata Idza, harus dilayani penuh.

“Saya juga akan membantu biaya lainnya,” ucap Bupati. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi