BrebesNews.Co 4 August 2016 Read More →

Ketua FKUB Brebes, Basalamah : Antar Umat Beragama Bisa Saling Belajar

otee

saresehan Forum Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Brebes di gedung Korpri, Kamis (4/8/2016).

BREBESNEWS.CO -Forum kerukunan umat beragama (FKUB) mengadakan sarasehan yang diselenggarakan untuk mempersatukan kerukuran antar umat beragama, serta meningkatkan kesadaran untuk menjaga solidaritas kesatuan sekaligus menyongsong datangnya HUT RI ke 71.

Peserta sarasehan FKUB sebanyak 200 orang yang diantaranya para pengurus dan anggota FKUB. Demikian dipaparkan oleh pengurus FKUB Agus Suratno, SH. Kamis (4/8/2016)

Sarasehan FKUB ini juga dihadiri oleh Bupati Brebes Idza Priyanti, SE. dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara sarasehan mengatakan bahwa pentingnya kerukunan umat beragama untuk menyongsong masa depan yang lebih baik lagi.

Selain itu ketua FKUB Brebes KH. Ahmad Said Basalamah juga memaparkan bahwa dalam menjalin kerukunan umat beragama diperlukan solusi atau jalan tengah untuk menengahi ketika adanya sikap kontras yang terjadi antar umat beragama.

“Di dalam variasi keagamaan, oleh masing-masing umat bisa saling belajar dan melengkapi. Tetapi bisa sebaliknya, saling mengambil jarak dan saling menghakimi.” ungkapnya.

“Oleh karena itulah diperlukan adanya kesadaran dari masing-masing individu untuk mendukung kerukunan umat beragama,” tegas Basalamah.

Dalam penjelasannya Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah  yang juga guru besar Sosiologi Undip Semarang Prof. Dr. H. Mudjahirin Tohir, MA mengatakan, ada hal yang mendasari FKUB selalu mendukung kerukunan umat beragama.

Hal tersebut karena masih banyak umat yang mengaku punya jiwa religi tetapi sikap dan tindakannya tidak religius.

Karena kita dalam keberagamaan itu, kita bisa memperkokoh persatuan, tidak justru mencerai-beraikan. Untuk mengantisipasi itu semua, untuk mewujudkan hidup rukun antarumat beragama yang berbeda-beda itu, bisa ditempuh dengan beberapa tahapan.

Tahapan yang ditempuh melalui proses penyadaran dengan cara pendewasaan diri dalam beragama pada masyarakat yang plural.

“kerukunan hidup bersama itu bisa dibangun lewat ketahanan lingkungan sosial, mulai dari lingkup yang paling kecil,” jelasnya.

“Jadi antar umat beragama harus mencari persamaan bukan memperuncing perbedaan hingga terjadi tindak anarki dengan merusak ataupun mengganggu orang beribadah umat lain,” ucapnya menambahkan. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi