IKLAN CUKAI DINKOMINFOTIK KAB.BREBES
BrebesNews.Co 14 October 2016 Read More →

Berkat Sepak Takraw, Wanita Asal Grinting ini Angkat Derajat Keluarga

img-20161002-wa0012

Ita saat mengikuti PON ke 19 di Bandung Jawa Barat

BREBESNEWS.CO – Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Dengan kemauan yang tinggi pula, Ita Dianawati, Wanita kelahiran 22 Januari 1993 asal Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba Brebes ini, membuktikan bisa meraih kesuksesannya hingga saat ini melalui olahraga sepak takraw.

Terlahir dari keluarga yang sangat kekurangan secara ekonomi, Ita Dianawati kini bak kembang semerbak yang berhasil mengharumkan nama keluarga dan kampung kelahirannya. Dia adalah inspirasi perlawanan atas ketiadaan hingga menjadi membanggakan.

Anak pertama dari empat bersaudara ini, merasa bahwa dilahirkan dari keluarga yang kurang beruntung, tak lantas membuatnya habis cia-cita begitu saja. Justru, keadaan ekonomi orangtua yang lemah membuat tekadnya menguat untuk memperbaiki ekonomi keluarga.

“Keterbatasan ekonomi tidak mesti harus nyerah dengan keadaan,” ujar Ita, kepada BREBESNEWS.CO, saat ditemui dirumahnya, Jumat (14/10/2016).

Sementara itu Kapidin ayah Ita, adalah pria yang tidak memiliki profesi yang tetap, kadang menjadi penjual keliling, kadang ngamen jika tidak ada panggilan kuli serabutan.

Sedangkan ibunya, Sukyati memiliki keterbatasan pengelihatan. Ita benar-benar menyayangi keluarganya hingga dia merasa bertanggung jawab membahagiakan mereka.

Sepak takraw seperti menjadi jalan Tuhan yang diberikan kepada Ita untuk bangkit. Dari prestasinya di cabang olahraga sepak takraw yang selama ini digelutinya, Ita kini menjadi andalan Jawa Tengah di ajang nasional.

Kemampuannya dalam olahraga kaki ini memang lebih dari kata cukup baik. Ita menggeluti sepak takraw sedari bangku SD. Sejak bangku sekolah dasar, Ita pernah menyabet juara lari atletik tingkat Porseni.

Dia kemudian secara intensif mengikuti latihan sepaktakraw di SDN Grinting 02 hingga berprestasi di berbagai event tingkat kecamatan.

Bakat Ita pun semakin mengkilat setelah dipoles lebih serius oleh pengcab Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Brebes.

Sampai akhirnya di ajang, Popda, Por Dulongmas dan Poprov sepak takraw selau ada Ita. Bahkan, kali terakhir Ita berhasil menyumbang medali perunggu di ajang PON di Jawa Barat tahun 2016 ini.

“Kalau untuk PON baru ikut dua kali ini, tapi dari MTs dan SMA ikut setiap kejuaran terus dan selalu juara,” ujar Ita yang pernah mengunjungi sejumlah negara itu.

Kesungguhan Ita, tidak saja terbayar dengan prestasinya yang mentereng dalam bidang olahraga. Ita juga berhasil menamatkan pendidikan S1 di Fak Ilmu Keolahragaan Universitas Semarang (UNES) atas beasiswa prestasi olahraga dari Pemprov Jateng.

Penyuka makanan bakso ini juga tengah merampungkan S2 pada kampus yang sama.

“Alhamdulillah saya juga sempat tidak percaya bisa sampai seperti ini. Saya hanya berusaha mencintai sepak takraw dan terus berlatih,” kata Ita mengungkap tipsnya, kemarin. (HENDRIK)

Posted in: Olahraga