Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 19 October 2016 Read More →

DDII Brebes Bedah Buku Berjudul Petaka Akhir Zaman

bedah-buku5

Acara bedah buku Petaka Akhir Zaman di Islamic Center Brebes

BREBESNEWS.CO – Dunia yang semakin tua, menjadi perhatian tersendiri bagi keluarga Besar Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Kabupaten Brebes.

“Fenomena akhir zaman mesti terjadi dan kita akan kena getahnya ketika terjadi kemungkaran,” ungkap Nidhomudin Ketua DDII Kabupaten Brebes saat memberi kata pengantar sambutan bedah buku Petaka Akhir Zaman karya Abu Fatiah Al-Adnani, di Masjid Annur Jalan Yos Sudarso Islamic Center Brebes, Sabtu (15/10) lalu.

“Baik itu yang berakibat secara langsung maupun tidak langsung. Apapun, harus disikapi dengan menuju jalan yang lurus, jalan yang diridloi-Nya, jangan sekali kali melenceng,” tegasnya lagi.

Diantara kita, tambah Nidhom, banyak yang berpaling dengan ketentuan Allah SWT, mendengar tapi tidak mendengarkan, melihat tapi seakan tak terlihat.

“Kitab Suci, jangan hanya jadi hiasan belaka tapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ajaknya mengakhiri sambutan.
Bedah buku menghadirkan penulisnya langsung Abu Fatiah Al-Adnani yang mengajak agar masyarakat Islam jangan sampai mengabaikan tanda-tanda akhir zaman. Perlunya antisipasi dengan persiapan menghadapi masa depan,

Ustadz yang lahir di Jakarta 18 Agustus 1975 ini memaparkan, keyakinan akan datangnya hari kehancurandunia merupakan bagian tak terpisahkan dari akidah setiap mukmin.

“Nyaris seluruh tanda tanda kiamat kecil sudah menjadi kenyataan. Bahkan bisa disimpulkan bahwa kita sedang menanti datangnya tanda kiamat besar,” ujarnya bercerita.

Tanda tanda kiamat itu, bagai biji tasbih yang diikat dengan kawat, yang bila putus dan terlepas salah satu bijinya, yang lainnya akan mengikuti dengan cepat.

Lebihjauh Ustadz Abu Fatih menguraikan buku yang akan memberikan pengetahuan kepada kita bagaimana dahsyatnya akhir zaman. Zaman yang mana Rasul kabarkan bahwa manusia-manusia yang hidup pada masa itu adalah seburuk-buruk manusia.

“Buku ini tidak sekedar mengumpulkan dalil-dalil syar,i dari Al quran maupun hadits, tapi lebih dari itu buku ini akan mengaitkan dengan konteks kekinian dan fenomena kejadian hari ini, tanpa merubah dan keluar dari makna dalil yang sebenarnya,” tandasnya.

Bedah buku berlangsung sangat menarik dengan diskusi yang hangat dan menyegarkan. Lebih kurang 400 peserta bedang buku mengikuti dengan seksama hingga akhir acara. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi