Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 23 October 2016 Read More →

Halaqoh Kebangsaan Hari Santri : Wahabi, Hanya Selangkah untuk Menjadi Teroris

wahabi

Halaqoh Kebangsaan Hari Santri di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Brebes, Ahad (23/10/2016)

BREBESNEWS.CO -Rektor Ma’had Aly Al Hikam Salafie Babakan Ciwaringin Cirebon Dr KH Arwani Syaerozi menilai, kaum Wahabi hanya selangkah saja untuk menjadi teroris.

Hal ini karena pandangan kaum Wahabi sudah bertekad untuk menguasai segala yang menjadi kehendaknya. Sedangkan santri-santri NU, untuk menjadi teroris butuh 7 langkah karena banyaknya pertimbangan, penghalang berupa kesadaran dan tekad yang kuat untuk bela Negara.

“Wahabi, sangat gampang untuk menjadi teroris, hanya selangkah saja langsung jadi,” kata Wawan panggilan akrab kiai muda dari Cirebon ini saat mengisi Halaqoh Kebangsaan Hari Santri di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Brebes, Ahad (23/10/2016).

Kaum Wahabi, sangat berani kepada orang tua apalagi kepada orang orang yang tidak sepandangan sehingga tidak ada rem untuk berbuat terror.

“Berbuat terror, bahkan menjadi jajanan yang setiap saat disantapnya,” terang peraih gelar doctor termuda dari Indonesia ketika menempuh studi di fakultas Adab dan Humaniora Universitas Muhammad V, Rabat, Maroko.

Untuk itu, dia wanti wanti kepada para orang tua dalam memilih pondok pesanteren yang berlatar belakang wahabi. Di Indonesia, sudah tercatat ada 34 pondok pesantren yang didirikan kaum wahabi.

Namun, mereka sengaja mencantumkan nama-nama pesanteren tersebut dengan nama yang biasa digunakan oleh pesantren-pesantren NU.

“Seperti Salafi, Imam Syafii, dan lain-lain untuk mengelabui orang orang NU agar memasukan anaknya ke pondok pesantren tersebut,” ungkapnya.

Di Indonesia, lanjutnya, perkembangan Wahabi awalnya dikembangkan di perguruan tinggi non agama. Para mahasiswa yang mayoritas masih dangkal agamanya, kemudian dengan cepat terpengaruh.

Namun, sekarang Wahabi telah mencaplok hingga ke desa-desa bahkan kaderisasinya sudah menuju ketingkatan PAUD, TK, SD, SMP, SLTA, mereka menjadi target wahabi yang sangat empuk dengan menanamkan ideologi yang keras.

“Setelah merdeka, apakah kita akan diacak acak oleh mereka, sementara mereka tanpa memberikan kontribusi apapun saat kemerdekaan Indonesia dulu,” ujarnya.

Wahabi, kata Kang Wawan, menjadi virus mengerikan di seantero jagad. Virus Wahabi selalu ngrecoki Indonesia, bahkan ngrecoki Brebes.

“Bila mereka merasa kalah dalam gerakan ideologinya, maka tidak segan-segan akan dilanjutkan dengan gerakan fisik,” ungkapnya.

Terbukti, mereka telah memusnahkan peninggalan sejarah dunia, situs situs sejarah islam dihancurkan.

“Termasuk menghancurkan Indonesia dengan bom, meskipun tidak terang-terangan mengatasnamakan wahabi, tetapi tanda-tandanya jelas mereka berada dibalik aksi terror di berbagai belahan Indonesia,” tandas master kajian Maqasid Syari’ah di Universitas Ezzitouna Tunisia (2005-2007).

Ketua PC NU Brebes KH Athoillah Syatori menambahkan, di hari Santri dia mengingatkan kalau dulu musuh Negara hanya penjajah saja, kini musuh Negara makin banyak, yang juga menjadi musuh NU.

“Musuh tersebut, antara lain kemiskinan dan kebodohan,” ujar Athoillah singkat.

Halaqoh Kebangsaan Hari Santri dengan tema Wahabi dan Terorisme diikuti ratusan santri dan pengurus NU. Tampak hadir para pemimpin pondok lumpur Losari, Ketua Baznas Brebes Dr Khusnan Zein, Pengasuh Pondok Darussalam KH Syeh Soleh Basalamah, dan para anggota DPRD Brebes. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi