Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 9 October 2016 Read More →

Kades Rancawuluh Benarkan Ada Warganya Pengikut Dimas Kanjeng

kanjeng

Dimas kanjeng dengan latar belakang uang – uangnya

BREBESNEWS.CO – Ditemui dirumahnya, Sabtu (8/9/2016) Kepala Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba Edi Supriyadi membenarkan dua warganya menjadi Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Mereka adalah Tosim (26) dan Fatimah (28) yang merupakan kakak beradik itu sempat menginap di tenda di sekitar Padepokan Dimas Kanjeng di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Keduanya dinyatakan sudah pulang ke rumah pada Jumat, (7/10/2016)

Berdasarkan cerita dari keduanya kepada Edi, mereka berangkat ke Probolinggoo sehari sebelum penangkapan Taat Pribadi, yakni pada hari Kamis (24/9/2016) lalu di padepokannya.

“Jadi, sebelum penangkapan, mereka dipanggil ke sana (padepokan) oleh seorang pengikut Dimas Kanjeng. Katanya, uang yang disetorkan akan cair sehingga mereka harus berangkat,” kata Edi seperti yang dituturkan keduanya.

Informasi lain juga menyatakan, bukan Tosim dan Fatimah saja yang menjadi pengikut, namun juga ayah mereka, Makdum (52) dan anggota keluarga mereka telah menjadi pengikut sejak tahun 2011.

Keluarga tersebut telah lama menjadi pengikut dan menjadi pengumpul uang setoran atau mahar yang kemudian diserahkan ke tangan kanan Taat Pribadi.

Menurut Edy, Makdum mengenal Taat Pribadi pada tahun 2011 diajak oleh kenalannya Danuri yang merupakan warga Desa Pulogading dan Muhadi asal Bangsri Kecamatan Bulakamba, Brebes.

“Namun, Bapak Danuri dan Muhadi sudah lama tidak ke padepokan lagi, terakhir pada 2013. Setelah itu, Makdum mengajak Fatimah dan Tosim ikut ke padepokan,” jelasnya.

Menurut Edi, ketika diketahui ada warga Desa Rancawuluh yang berada di padepokan, Edi langsung menelepon Tosim, memintanya agar segera pulang.

“Saya telepon Tosim agar segera pulang. Pihak Koramil dan Polsek pun sudah mengetahui ada warga saya yang tinggal di tenda,” ucapnya.

Tanpa ada paksaan dari pihak kepala desa akhirnya kedua warganya Tosim dan Fatimah pulang, hari Jumat kemarin dari Probolinggo tempat Padepokan Dimas Kanjeng..

“Adapun mengenai keterangan berapa uang yang di maharkan ke Dimas Kanjeng Taat Pribadi agar bisa digandakan, kedua warganya tidak mau menjawab,” lanjut kades.

“Bahkan saat ini mereka juga tertutup tidak mau menemui sesorang, apalagi menemui para awak media massa,” ucap Edi.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi kini ramai menjadi berita setelah diduga kena kasus pembunuhan bekas anak buahnya.

Kasusunya kini masih dalam penanganan pihak kepolisian Jawa Timur. Oleh pengikutnya Dimas Kanjeng Taat Pribadi diyakini bisa menggandakan uang hingga berlipat-lipat. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi