Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 19 October 2016 Read More →

Mati Lampu di Bumiayu, Pengusaha Mengaku Rugi Jutaan Rupiah

PHTO0026.JPG

Perbaikan PLN di jalan Diponegoro Bumiayu

BREBESNEWS.CO – Sejumlah instansi layanan publik dan para pelaku usaha yang ada di wilayah selatan Brebes mengaku merugi jutaan rupiah akibat pemadaman listrik yang dilakukan pihak PLN tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

Salah satu contohnya, Samsat pembantu Bumiayu, Akibat adanya pemadaman listrik layanan menjadi terganggu dan pihaknya setiap kali pemadaman terjadi, samsat harus menyiapkan Genset dan solar untuk keperluan pengganti aliran listrik cadangan.

“Untuk setiap kali operasional Genset, dibutuhkan sekitar Rp 100 -150 ribu/ pemadaman, ini untuk pembelian Solar. Apalagi seminggu hampir 3x pemadaman, nah sekarang tinggal hitung saja berapa cost tambahan yang harus kita keluarkan,” ujar Masridho kepala Samsat Pembantu Bumiayu kepada BREBESNEWS.CO, Rabu (19/10/2016)

Menurutnya sebenarnya bukan persoalan anggaran solar saja, tetapi tiap kali ada pemadaman listrik ini jelas berdampak buruk pada perangkat elektronik yang ada disini.

Kemudian dengan adanya pemadaman listrik oleh pihak PLN tersebut hal ini sangat mempengaruhi layanan publik di Samsat terutama dalam hal pencetakan STNK Kendaraan yang sering tersendat.

” Padahal masyarakat atau wajib pajak tidak mau tahu, mereka ingin STNK mereka harus jadi secepatnya, sementara listrik padam dan jatuh temponya pada hari itu juga, “ungkap Masridho.

Keluhan pengusaha

Keluhan senada juga dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha, seperti halnya pengusaha percetakan Digital Printing yang berada di Desa Jatisawit kecamatan Bumiayu. Selain itu juga usaha jasa fotocoppy, rumah sakit dan beberapa tempat usaha yang mengandalkan aliran listrik di wilayah Brebes Selatan.

Agung Widyantoro alias Gebog pengelola Mulya Digital Pringting menuturkan, untuk hari ini saja pesanan printing berupa Banner cukup banyak dan rata-rata harus selesai pada hari ini juga.

Namun kemudian tiba-tiba ada pemadaman listrik oleh pihak PLN. Terlebih lagi untuk pemadamannya mendadak, tanpa ada pemberitahuan. Padahal saat itu dirinya tengah mencetak Banner dengan ukuran besar yang tiba-tiba saja terhenti karena listrik padam.

” Dengan terpaksa banner yang tengah dicetak mendadak terhenti dan tidak dapat terselesaikan. Apakah kerugian ini PLN mau menggantinya dan itu bukan hanya sekali tetapi berkali-kali. jika dinominalkan kerugiannya antara Rp. 1,3 juta sampai denga 3 juta per hari,” keluh Gebog kesal.

Gebog menyatakan hampir selama 2 bulan ini untuk pemadaman listrik selalu terjadi dan itu sekitar 2x atau 3x setiap minggunya.
Jika jadwal pemadaman listrik dari PLN itu jelas/pasti, dirinya masih bisa mengantisipasinya namun pemadaman listrik tersebut secara tiba-tiba.

“Memang jika sudah sore atau malam listrik kembali nyala namun kita harus tambah cost lagi untuk lembur karyawan,” tuturnya.

“Sebenarnya kita bisa menggunakan genset selama pemadaman terjadi tetapi ini akan mempengaruhi kinerja mesin karena jika menggunaka genset mesin tidak bisa bekerja secara maksimal. takutnya malah merusak cartridge dan mainboardnya, jika sudah rusak harganya puluhan juta rupiah,” tambah Gebog.

Sementara pihak Manager PLN rayon Bumiayu, Dwi Ady prastowo membantah jika pemadaman yang dilakukan PLN itu tanpa pemberitahuan. karena pihaknya sudah mengedarkan surat melalui kecamatan ataupun desa perihal pemadam listrik ini.

“Kemudian kami juga telah menyampaikan informasi ini melalui iklan station Radio,” bantahnya.

Dwi juga menegaskan, pemadaman listrik yang dilakukan pihak PLN semata-mata untuk perkuatan Mutu kehandalan pasokan tenaga listrik pada jalur Bantarkawung salem.

“Karena pada jalur itu baru ada 1 fider dan idealnya harus ada 2 fider agar hasilnya bisa maksimal,” tutupnya. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi