BrebesNews.Co 18 October 2016 Read More →

Peduli Kasih, MTsN 03 Bantarkawaung Santuni Puluhan Anak Yatim dan Jompo

yatim

Kepala MTs Negri 03 Brebes, Nurhamid MPd saat memberikan santunan ke anak siswa yatim

BREBESNEWS.CO- Sebagai wujud kepedulian diawal tahun 1438 Hijriayah, MTs Negri 03 Brebes bertempat di Bantarkawung, memberikan santunan puluhan anak yatim piatu dan orang tua jompo.

Pemberian santunan, bertempat di Masjid Jami’ Alfalah Dukuh Secang Desa Terlaya Kecamatan Bantarkawung, Selasa (18/10/2016).

Acara di awali dengan pawai ta’aruf keliling Desa Terlaya kemudian dilanjut dengan penyerahan santunan oleh pihak sekolah bersama komite dan kepala desa serta tokoh masyarakat, kemudian ditutup dengan taushiyah dari Kyai Abidar Sudarmanto Spdi.

Kepala MTs Negri 03 Brebes, Nurhamid MPd mengatakan kegiatan pemberian santunan untuk anak yatim piatu dan orang tua jompo ini merupakan agenda tahunan yang digelar oleh sekolah.

Kemudian untuk tempatnya selalu bergilir dimana domisili murid-murid Sekolah ini berada dan penyelenggaranya juga dari pengurus OSIS MTs Negri 03 Brebes.

“Untuk tahun ini acaranya kami gelar di desa Terlaya, karena disini banyak anak didik kami yang berasal dari desa tersebut,” ujarnya.

Untuk jumlah penerima santunan anak yatim piatu, kata Nurhaimin kali ini sebanyak 50 anak dan untuk orang tua jompo-nya sebanyak 21 orang.

“Melalui kegiatan semacam ini, Kami ingin menciptakan generasi penerus yang gemar berbagi terhadap sesama. Apalagi ini bulan Muharram, bulannya Alloh SWT dan alangkah indahnya diisi dengan berbagi,” ungkap Nurhamid.

Kades Terlaya Ujang Muhaemin SAg dalam sambutannya menyampaikan ucapan terikasih kepada pihak sekolah yang mau peduli terhadap warganya melalui pemberian santuanan anak yatim dan jompo.

“Ini adalah acara yang positif, dimana menciptakan karakter siswa yang baik yang suka berbagi. Apalagi tradisi ber-bagi dibulan Muharram,” ujar Ujang Muhaimin.

Menurut Kades Ujang selama ini tradisi masyarakat untuk berbagi di bulan Muharram banyak yang salah kaprah.

“Seperti halnya berbagi untuk lautan atau bumi yang sering disebut dengan sedekah laut atau sedekah Bumi. sedekah ya untuk manusia agar lebih dirasakan manfaatnya,” ungkap Ujang.

Dirinya juga menambahkan, bagi para siswa-siswi MTs janganlah berkecil hati dengan paradigma bahwa MTs itu sekolah pinggiran dan mereka yang sekolah di MTs tidak mungkin bisa bekerja dipemerintahan. Dirinya mencontohkan hampir mayoritas kades dan beberapa perangkat di wilayah kecamatan Bantarkawung hampir 70 persen merupakan lulusan dari MTs.

“Contohnya saya lulusan Mts jadi kades Terlaya dan beberapa perangkat saya juga banyak dari lulusan MTs. Jadi paradigma itu kini sudah terbantahkan,” tutup Ujang. (DHANI_BUmiayu)

Posted in: Pendidikan