BrebesNews.Co 28 October 2016 Read More →

Setahun ini, Serangan Babi Hutan Resahkan Petani Bantarkawung

babi-hutan

gambar ilustrasi

BREBESNEWS.CO – Hampir setahun ini lebih dari ratusan hektar lahan areal pertanian warga yang berada di Kecamatan Bantarkawung diserang kawanan babi hutan.

Kawanan babi hutan ini diduga datang dari beberapa hutan yang berada dipinggiran desa seperti dari hutan jati, hutan pinus dan hutan lindung.

Kades Kebandungan, Wirsad mengatakan, serangan babi hutan ini rata-rata menyerang hampir seluruh kebun jagung ataupun kebun palawija milik warga.

” Hama babi hutan ini untuk sekali datang jumlahnya hampir puluhan ekor,” ujar Wirsad, saat ditemui BREBESNEWS.CO, Jumat (28/10/2016).

Keluhan hama babi hutan ini bukan hanya untuk areal pertanian yang berada di pinggiran hutan saja, namun beberapa areal pertanian yang berada ditengah perkampunganpun tak luput dari serangan kawanan babi hutan ini.

“Kawanan babi hutan ini tidak hanya menyerang areal pertanian yang berada di pinggiran hutan saja tetapi kini ditengah perkampunganpun juga diserang,” kata wirsad.

Upaya Ronda yang dilakukan wargapun telah ditempuh namun herannya kawanan babi hutan itu seakan-akan tahu, dimana kawanan babi hutan ini banyak yang bertahan ditengah kebun.

Begitu para petani yang menunggui kebun itu telah pergi untuk makan atau pulang, barulah kawanan babi hutan ini mulai menyerang tanaman warga.

Serangan babi hutan juga diakaui oleh Ruslani kades dari Desa Bantarwaru, bahwa dari 351 hektar luas areal pertanian desa Bantarwaru hampir sebagian mendapat serangan babi hutan.

Bahkan serangan babi hutan ini selain menyerang kebun jagung, mereka juga menyerang sawah warga baik yang hendak panen maupun yang baru menyemai.

” Saat ini serangan babi hutan itu telah menyerang hampir semua jenis tanaman, mulai dari jagung, palawija bahkan pohon pisangpun juga mereka serang,” ungkapnya.

Menurut Ruslani, untuk ukuran babi hutan yang pernah ia temui saat ronda, tingginya setara dengan pundak orang dewasa.
Namun yang merusak tanaman itu adalah anakan babinya, bukan babi dewasa. Untuk babi dewasa itu lebih ke makannya saja sementara yang anakannya itu yang mengobrak abrik semua tanaman, baik jagung maupun padi.

Sebenarnya bagi masyarakat desa, kedatangan babi hutan ini sudah bisa ditebak yakni diiringi dengan pertanda suara burung puyuh. “jika suaranya datang dari timur, berarti babinya itu datang dari arah barat dan begitu kebalikannya,” papar ruslani.

Hampir seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan bantarkawung menyampaikan keluhan serangan babi hutan yang menyerang areal pertanian warga.

Menurut informasi masyarakat Bantarkawung, serangan babi hutan juga menyerang di Desa Pangebatan dan Desa Pengarasan.
Bahkan ada salah satu warganya yang telah meninggal setelah menunggui kebun jagung dari serangan babi hutan. Meskipun meninggalnya lantaran terseret arus pemali, namun itu karena dia habis mejaga kebun dari serangan babi hutan. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi