Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 1 December 2016 Read More →

Dianggap Rusak Lingkungan, Proyek Geothermal di Paguyangan Disoal

PHTO0038.JPG

Audiensi warga dan oramas terdampak proyek geotermal (panas bumi) di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan

BREBESNEWS.co – Puluhan warga dan ormas Pemuda Pancasila, Kamis siang (1/12/2016) menggeruduk kantor Kecamatan Paguyangan, guna melakukan audiensi meminta pertanggung jawaban PT SAE atas kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari mega proyek geothermal ( panas bumi).

Audiensi yang di fasilitasi oleh Muspika Kecamatan Paguyangan ini berlangsung alot, pasalnya semua warga dan ormas PP ini semuanya angkat bicara dampak negatif yang ditimbulkan PT SAE.

Mereka menuding bahwa PT SAE yang saat ini tengah mengerjakan mega proyek geothermal ( panas bumi) di wilayah Pandansari Kecamatan Paguyangan itu, kurang memperhatikan lingkungan. Sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat dirasakan oleh warga.

“Hal ini dibuktikan banyaknya sarana infrastruktur jalan yang rusak akibat dilalui oleh kendaraan proyek. Bahkan sebagian rumah warga kami yang bemukim di Dukuh Tretepan mengalami retak-retak, akibat getaran yang ditimbulkan oleh kendaraan proyek, ” ujar Kamdo Kades Pandansari.

Hal senada juga dilontarkan Kepala Desa Wanareja, Gigih Kuspriyanto. Menurutnya, meski desanya terletak dikecamatan Sirampog namun dampak lingkungan dari PT SAE itu dirasakan warganya.

Dimana sumber air bersih yang sebelumnya dimanfaatkan warga menjadi keruh dan tidak layak konsumsi. Keruhnya air bersih ini telah terjadi sejak awal dimulainya kegiatan proyek setahun lalu.

“Oleh karena itu kami meminta kepada PT SAE untuk memberikan solusi atas dampak negatif akibat adanya mega proyek geothermal itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PAC PP Kecamtan Paguyangan, H Karman mendesak agar PT SAE segera melakukan perbaikan sarana infrastruktur yang rusak dan jangan nunggu selesainya proyek.

“Kami berharap PT SAE secepatnya melakukan perbaikan, agar masyarakat tidak dirugikan akibat adanya mega proyek ini,” tandasnya.

Sementara Ray dari perwakilan PT SAE bagian engenering menyatakan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan akibat dampak dari pelaksanaan proyek geothermal ini.

Pihaknya berjanji berjanji akan mengakomodir semua keluh kesah warga dan akan melaporkan kepada pihak Managemen PT SAE.

“Kami akan jadikan semua masukan dari bapak-bapak yang hadir sebagai catatan kami dan karena saya tidak memiliki kewenangan maka hal ini akan kami sampaikan pada pimpinan,” jawabnya. (DHANI_Bumiayu).

Posted in: Serba Serbi