IKLAN CUKAI DINKOMINFOTIK KAB.BREBES
BrebesNews.Co 28 January 2017 Read More →

Bintal PNS Brebes, KH Subhan Makmun : Awas, Ada 3 Penyakit Pasca Nikah

KH Subekhan Makmun saat bimbingan mental bagi PNS Kabupaten Brebes di Pendopo Bupati

BREBESNEWS.co -Mengarungi maghligai rumah tangga, tentu penuh kerap menghadapi gelombang dan juga dalam perjalanannya tidak sedikit menemui onak dan duri.

Sehingga di tengah perjalanan, bahtera itu kandas dan berakhir di meja perceraian. Tentu, hal hal tersebut tidak kita inginkan, untuk itu perlu mewaspadai adanya penyakit nikah.

Menurut Rais Syuriah PBNU KH Subhan Makmun, ada tiga penyakit nikah yang bisa memporakporandakan kehidupan rumah tangga. Sebagaimana dikatakannya pada bimbingan mental bagi PNS Kabupaten Brebes di Pendopo Bupati, Jumat (27/1/2017).

Penyakit tersebut, yakni, pertama, suami mencari nafkah yang tidak halal. Dari hasil yang tidak halal, bisa mengakibatkan keluarga menjadi tidak tentram. Termasuk keturunannya juga tidak akan berhasil, sukses mencapai kesuksesan.

“Sepahit apapun, kita harus mencari nafkah dengan hasil yang halal,” ajaknya.

Bekerjalah dengan sekuat tenaga agar diperoleh hasil yang maksimal dan halal.

“Kalau Cuma bertopang dagu, bermalas malasan maka yang siang nanti makan bubur lauknya urab, suami nganggur, istrinya lari ke arab,” ucap Kiai disambut tertawa hadirin.

Penyakit kedua, kurang menghibur istri, tidak menghargai istri. Seorang istri, tidak bisa di pandang sebelah mata meskipun ketika dinikahi mengetahui berbagai kelemahan yang dimilikinya.

Namun, kalau dalam rumah tangga tidak menghargai istri, kurang menghibur istri maka penyakit nikah itu akut. Walaupun istri tidak bisa masak seperti warung sebelah, tetapi harus kita puji bahwa masakan istrilah yang paling enak sedunia.

“Ketika Nabi menghadapi Aisah tidak menyediakan lauk dan Aisah berkata hanya ada cuka, maka Nabi berucap bahwa sebaik baik lauk adalah cuka,” ujar Kiai Subhan menceritakan sebuah kisah.

Penyakit ketiga, lanjut Kiai, Suami Istri meninggalkan sholat dan kewajiban lainnya. Bila didalam rumah tangga muslim tidak mendirikan sholat lima waktu, maka keresahan batin akan terus bergolak.

“Akibatnya, rumah tangga menjadi goyah, perkawinan tidak bermakna,” tandas Subekhan yang juga pengasuh Pondok Pesantren As Salafiyah Luwungragi Bulakamba ini.

Kewajiban lainnya yang perlu diperhatikan, yakni dengan lebih banyak bershodaqoh dan ngaji. Dengan sholat, shodaqoh dan ngaji maka penyakit nikah tidak akan menempel.

Plt Bupati Brebes Budi Wibowo mengungkapkan, berdasarkan data dari Pengadilan Agama Brebes terjadi kasus perceraian selama tahun 2015 sebanyak 5600.

“Tahun 2016 meningkat menjadi 6600 dan Januari 2017 ini ada 570 kasus perceraian di Brebes,” ucap Budi.

“Mayoritas, dipicu karena persoalan dunia terbalik, yakni banyak warga Brebes yang menjadi TKI/TKW,” tuturnya menambahkan. (ILMIE)

Posted in: Pemerintahan