BrebesNews.Co 22 January 2017 Read More →

Kapak Perimbas Buktikan di Bumiayu ada Kehidupan Pra Sejarah

Contoh kampak perimbas

BREBESNEWS.co – Setelah kesekian kalinya Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan identifikasi terhadap ribuan fosil purbakala yang ditemukan Tim Buton (Bumiayu Tonjong), kini sebuah kejutan yang sangat luar biasa mulai terungkap.

Sebuah bukti pra-sejarah berupa kampak perimbas telah teridentifikasi oleh Balai Arkeologi Yogyakarta.

Kegiatan identifikasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta Siswanto MA tersebut dipusatkan pada kediaman Koordinator Tim Buton, Rizal Rafli, di Perumahan Bumi Sari Ayu, jalan KH Ahmad Dahlan Bumiayu.

Dalam pernyataan pers-nya, Sabtu (21/1/2017) Siswanto mengatakan, identifikasi ini guna melanjutkan tugas/pekerjaan yang belum terselesaikan dan tindak lanjut dari hasil temuan terbaru oleh Tim Buton.

Pada mulanya penemun fosil fosil tersebut hanya berada di wilayah Kecamatan Bumiayu dan Tonjong saja, namun ternyata diwilayah sekitarnya juga ada seperti fosil binatang purba yang terdapat di Kecamatan Bantarkawung.

Siswanto menyatakan, Keberadaan Kapak Perimbas ini merupakan sebagai bukti kebudayaan manusia prasejarah pada jaman plestosen yakni pada periode manusia homoerectus.

Jadi disini (Bumiayu) dulu memang ada sebuah kehidupan manusia pra sejarah dan kapak itu salah satu dari kebudayaan mereka untuk mempertahankan hidup dengan jalan berburu.

“Temuan kapak perimbas ini akan membuka gerbang rahasia manusia prasejarah di situs Bumiayu. Karena jika ada sebuah kebudayaan pastinya ada manusianya dan ini bukti kebudayaannya sudah ada tinggal manusianya yang belum ketemu. Kapan waktunya pasti akan ketemu,” ujarnya seusai identifikasi dihari ketiga.

Menurutnya, Temuan fosil di Situs Buton sangat beragam dan lengkap. Dari hasil identifikasi Balai Arkeolog Yogyakarta sampai hari ini telah tercatat sebanyak 480 spesies dari belasan keluarga mamalia.

“Untuk itu Pemkab Brebes diharapkan dapat menindaklanjuti sekaligus memfasilitasi, sehingga temuan-temuan fosil purbakala bisa bermanfaat untuk pendidikan dan pengetahuan masyarakat. Karena bagaimanapun ini sangatlah penting,” ungkapnya.

Koordinator Tim Buton Rafli Rizal melalui Karsono mengemukakan, belum lama ini dari pemerintah kabupaten telah datang dan melihat langsung kondisi musium mini tersebut.

Pemkab Brebes merasa bangga dan menyatakan apresiasinya terhadap tim Buton yang telah bersedia merawat dan menyimpan fosil binatang purbakala itu.

“Pemkab berjanji akan menyediakan lahan untuk calon museum purbala tersebut. Semoga saja itu bukan sekedar janji manis agar kita senang,” ucap Rizal. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi