BrebesNews.Co 1 January 2017 Read More →

Sulistya Yusuf, Penyair Wanita Sirampog yang Suka Berpuisi di Medsos

Sulistya Yusuf, Penyair asal Kecamatan Sirampog

BREBESNEWS.co – Saat ini, bersyair tidak harus melalui media cetak. Bersyair bisa saja dilakukan di media social (medsos) sebagai ungkapan berseni kata-kata.

Demikian juga halnya yang dilakukan wanita asal Desa Mendala, Kecamatan Sirampog ini.

Meski mempunytai tempat tinggal jauh, sekira 75 kilometer dari kota Brebes, dan berada di kaki Gunung Slamet, namun jiwa penyairnya tetap tumbuh.

Semenjak SMP, Sulistya Yusuf rajin menulis puisi untuk mengungkapkan gelincang hatinya. Kegelisahan kreativitas anak gunung ini ia tuangkan dibuku tulisnya.

Ketika ada permintaan dari gurunya untuk mengisi ruang kosong di majalah dinding, Sulis demikian nama kecil Sulitiya Yusuf, dengan bangga menyerahkannya kepada gurunya.

“Ini Bu, puisi saya. Bagus gak, Bu?” kenang Sulis ketika kali pertama puisinya di publikasikan lewat mading saat menceritakan pengamalamannya, di sela pekan pentas seni Dewan Kesenian di Jalan MT Haryono Brebes, Rabu lalu (28/12/2016).

Lebihjauh Sulis sempat menceritakan kebosanannya dengan puisi. Hal tersebut karena karya karyanya tidak ada yang membacanya akibat tidak ada media untuk menyalurkannya.

Begitu booming media social (medsos) seperti Facebook, dia kembali bergairah dengan memanfaatkanya sebagai lahan penyaluran hoby menulis.

“Seluruh puisi saya, saya share ke FB, yang penting saya puas karena pasti di baca netizen,” ungkap wanita kelahiran Brebes 24 Agustus 1991.

Menurut Istri dari Ahmad Muzaki ini, dengan media sosila FB ekspresi jiwanya tersalurkan hingga lebih dari 500 judul puisi di torehkankan lewat akun statusnya.

Dari karya sebanyak itu, belum juga diterbitkan secara solo. Namun digabung dengan penyair lain dalam beberapa antologi puisi. Seperti antolo puisi Klapa Ijo, Brebes (2016). Antologi Jalan Bersama, Jakarta (2014), Antologi Tragedi MH370, Malaysia (2014).

“Saya lagi bikin novel juga, mudah-mudahan bisa cepet rampung,” tutur ibu dari M Khawarizmi Azzaki.

Sulis, dalam membuat puisi sering berkiblat ke tulisan karya Remy Silado, Jalaludin Rachmat, Timur Sinar Suprabana.

Sebagai petugas asuransi, Sulis menelateni sisa waktu malam untuk menulis puisi. Di jalan Curug Putri, Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Brebes dia senantiasa takzim dengan note booknya merangkai kata demi kata hingga berbait-bait puisi,

Untuk menambah wawasan, Sulis didampingi sang suami sering menghadiri lomba baca puisi di berbagai tempat.

“Sering silaturahim ke beberapa penyair untuk mengasah ketrampilannya sekaligus minta uwur dan sembur tentang dunia gelincang hati,” tutupnya (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi