IKLAN CUKAI DINKOMINFOTIK KAB.BREBES
BrebesNews.Co 15 January 2017 Read More →

Terjatuh dari Jembatan, Pelajar di Sirampog Dikabarkan Hanyut ke Sungai

Ilustrasi

BREBESNEWS.co – Diduga terjatuh dari jembatan, Joko (14) pelajar SMP asal Dukuh Gempong Desa Plompong Kecamatan Sirampog dikabarkan hanyut ke sungai kali Keruh, Jumat petang kemarin (13/1/2017) sekira pukul 18.30 WIB,

Berdasarkan informasi terkini, korban hingga Minggu ini (15/1/2017) dikabarkan belum diketemukan, meski sudah dicari oleh warga berikut TIM SAR serta aparat kepolisian setempat selama dua hari ini.

Menurut saksi mata dua orang, yakni bernama Amin (18) seorang pelajar warga Dukuh Ciklenteg Kecamatan Paguyangan, dan Rahmat Zulfi (26) seorang guru warga Dukuh Krajan RT 02 RW 6 Desa Plompong Kecamatan Sirampog tersebut, melintas jembatan Plompong melihat sepeda motor milik korban yang tergeletak persis di tengah-tengah jembatan dengan posisi tergeletak, dengan kondisi mesin mati dan kontak dalam keadaan on.

Mengetahui kejadian itu, Amin yang melihat motor Honda BLADE bernomor polisi G 6656 UU itu, dengan di bantu Rahmat Zulfi  salah seorang guru yang kebetulan juga sedang melintas, lalu mengabari warga sekitar, untuk kemudian melakukan pencarian.

Setelah pencarian dinyatakan hasilnya nihil, warga-pun Sabtu paginya melaporkan kepada Polsek Sirampog yang kemudian dilaksanakan pencarian bersama Tim SAR Brebes.

Sementara itu, dari informasi yang diperoleh, korban dinyatakan hilang setelah berpamitan ke keluarga untuk mengambil service HP di Desa Benda Sirampog.

Namun setelah ditunggu keluarganya hingga Jumat petang, korban belum juga dating, hingga ada kabar motor yang ditumpanginya tergeletak di tengah jembatan Polompong, dan orangnya tidak ada.

“Korban kemungkinan terjatuh dan hanyut ke sungai kali Keruh yang kebetulan waktu itu debit air sedang tnggi serta arusnya deras,” kata Kapolres Brebes AKBP Sulistiawan melalui Kapolsek Sirampog AKP Widiaspo melalui press relesnya, Minggu (15/1/2017).

“Hingga kini tim pencarian masih mencari keberadaan korban, mengingat sungai Kali Keruh debit airnya sedang tinggi, kemungkinan korban terseret air lebih jauh,” jelas Widiaspo. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi