IKLAN CUKAI DINKOMINFOTIK KAB.BREBES
BrebesNews.Co 23 February 2017 Read More →

Curah Hujan Tinggi, 13 Saluran Irigasi di Bumiayu Dilaporkan Rusak

Foto irigasi

BREBESNEWS.co – Sebanyak 13 bangunan milik dinas pengairan yang berada diwilayah selatan Brebes dilaporkan alami kerusakan akibat faktor alam yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

“Belasan bangunan itu rata rata berada dialiran Sungai Pemali, Cigunung, Pedes, Erang dan Keruh,” kata kepala UPT Pemali hulu, Dinas pengelolaan sumber daya air dan penataan ruang (DPSDA TR) kabupaten Brebes, Tasali saat ditemui diruangan kerjanya, Rabu (22/2/2017).

Tasali menunjukan salah satu bangunan itu diantaranya pasangan batu kali penahan tebing sungai pedes hulu bendung glempang yang putus sepanjang 49 meter dengan tinggi 4,5 meter.

“Kondisi ini mengancam jaringan irigasi saluran sekunder Glempang yang mengairi sawah warga seluas 910 hektar”, katanya.

Selanjutnya Grondsil serut di Sungai Pedes yang hanyut terbawa arus air dan dengan kerusakan itu setidaknya ada areal sawah seluas 48 hektar didesa Tonjong terancam kekeringan.

Kemudian Saluran muka Wadas Ancol yang tertimbun batu krosok hingga membuat saluran itu tidak dapat mensuplay air untuk sawah warga dan sekitar 178 hektar sawah terancam kekeringan.

Menurut Tasali, faktor penyebab terjadinya kerusakan bangunan irigasi ini lantaran debit sungai Sub DAS Pemali sudah melebihi batas normal. Dimana debit sungai Pedes bagian hulu bendung Glempang mencapai 172.368 liter/detik. Sungai Cigunung Bendung Petahunan debitnya mencapai 198.347 liter/detik.

Kemudian Sungai Keruh bendung congkar debit airnya sekitar 109.176 liter/detik dan Sungai Prupug bendung Wangan gede debitnya juga mencapai 273.006 liter/ detik.

“Sehingga wajar apa bila hal ini menyebabkan kerusakan belasan bangunan milik dinas pengairan, apalagi ditambah dengan curah hujan yang cukup tinggi di 6 kecamatan di selatan,” ungkapnya.

Pihaknya saat ini telah melakukan pengecekan ke lokasi dan menyusun data guna laporan kepada DPSDA TR kabupaten Brebes. Pihaknya juga menyatakan bahwa beberapa bangunan yang rusak pada tahun lalu saja masih belum terselesaikan dan kini bertambah lagi.

“Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah bisa secepatnya melakukan penanganan, karena hal ini akan berdampak pada sektor pertanian di wilayah selatan kabupaten Brebes,” tutup Tasali. (DHANI)

Posted in: Serba Serbi