BrebesNews.Co 13 February 2017 Read More →

Indah Puspitasari Gandrungi Silat Karena Keindahan Geraknya

Indah Puspitasari dengan piala juara I olah raga silat O2SN tahun 2016

BREBESNEWS.co -Bagi siswi kelas XII IPS 5 SMA Negeri 1 Larangan Brebes, Indah Dwi Puspitasari mengaku belajar silat karena keindahan geraknya.

Meski capai kadang merenggut hari-harinya, tapi menjadi senang ketika bisa memainkan jurus dan gerakan yang diberikan pembinanya.

“Saya seneng belajar silat karena ada keindahan gerak yang menyentuh hati,” ujar Indah panggilan akrab Indah Dwi Puspitasari ketika ditemui di sekolahnya, Senin (13/2/2017).

Selain untuk menjaga diri, kata Indah, berlatih silat juga untuk mendapatkan pengalaman kegiatan yang penuh tantangan. Meski pun Negara aman, namun bagi Indah menjaga diri adalah hal yang baik karena kejahatan tidak bisa disangka-sangka.

“Indonesia aman, tetapi sebagai wanita tentu tidak mustahil kejahatan kerap mengancamnya, tentu saya harus membekali diri,” ucap gadis kelahiran Brebes 18 Juni 1999 berargumentasi.

Penggemar Nasi goreng ini, di sela mempersiapkan diri mengikuti Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) tetap berlatih untuk menjaga kebugaran dan mengingat-ingat terus gerakan silat.

“Walau seminggu sekali, saya tetap berlatih,” tutur Indah yang bercita-cita jadi guru matematika.

Juara O2SN 2016

Anak pasangan Zaenal Abidin dan Saripah, mengaku senang setip bertanding. Karena bisa menyalurkan potensi diri tanpa grogi. Dengan bekal pemberani itulah, Indah menjadi juara 1 pada ajang O2SN 2016 tingkat Kabupaten Brebes.

Indah melihat, dunia persilatan di Kabupaten Brebes sudah maju terbukti banyak sekali perkumpulan silat dengan berbagai latar belakang perguruan. Hanya saja, karena dipandang olah raga tradisional maka gaungnya tidak begitu membahana.

“Udah banyak perguruan silat, hanya saja kesannya masih tertutup sehingga tidak banyak generasi muda yang mengenal,” ucap penggemar nyanyi dangdut.

Indah bergabung dengan Perguruan Pencak Silat Padjadjaran Nasional sejak kelas X dengan pembimbing Ariyanto. Setiap Rabu dan Sabtu, dirinya rajin berlatih di sekolah.

Menurut Kepala SMAN 1 Larangan M Royani menambahkan, kegiaan Ekstrakurikuler Pencak Silat digandrungi siswa. Terbukti ada 70 siswa yang tergabung didalamnya. Bahkan setiap tahun selalu menggondol juara.

“Pada POPDA tahun ini, tengah dipersiapkan para siswa yang akan berlaga. Minimal ada 4 siswa yang bakal maju sebagai jawara,” tuturnya.

Kegiatan ekstra kurikuler pencak silat sudah ada sejak 1993. Pihak sekolah, lanjut Royani, juga menyediakan berbagai peralatan yang dibutuhkan para siswa antara lain tongkat, body target (paching) dan matras. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan