IKLAN CUKAI DINKOMINFOTIK KAB.BREBES
BrebesNews.Co 10 March 2017 Read More →

Mediasi Gagal, Pembangunan Proyek Listrik Panas Bumi di Paguyangan Terhenti

Warga dua desa Paguyangan dan Sirampog yang demo pembangunan pembangkit listrik geo termal (panas bumi) di Paguyangan

BREBESNEWS.co -Setelah sempat di demo ribuan warga Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan, dan warga Wanareja Kecamatan Sirampog, Senin (6/3/2017) lalu , dengan memblokade akses jalan proyek, kini pengerjaan mega proyek panas bumi yang dilaksanakan PT SAE tersebut belum beraktifitas kembali.

Hal ini lantaran belum adanya kesepakatan antara para pendemo dengan pihak PT SAE. Meskipun upaya mediasi sudah dilakukan, namun kedua belah pihak belum bisa menemukan titik temu penyelesaian.

Hari Jumat ini, (10/03/2017) sesuai rencana Pemkab Brebes berupaya mempertemukan kembali kedua belah pihak di kantor Kecamatan Paguyangan, guna melakukan dialog langsung agar tercapai kesepakatan bersama yang menguntungkan kedua belah pihak.

Akan tetapi karena pihak kordum ( kordinator umum) pendemo sedang ke luar kota, pertemuan tersebut belum menghasilkan apa-apa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes H Emastoni Ezam SH MH yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Brebes menyayangkan batalnya pertemuan, akibat tidak hadirny seorang coordinator demo.

Padahal menurutnya pertemuan ini penting untuk membahas titik temu dan melakukan kesepakatan, agar pengerjaan proyek geo termal PT SAE tidak berlarut-larut.

“Sebenarnya pada kamis kemarin ada 3 perwakilan warga yang sudah bertemu dengan Bupati guna membahas 9 poin yang menjadi tuntutan para pendemo. “Nah pertemuan hari ini sebenarnya sebagai tindak lanjut dari pertemuan kemarin itu,” katanya.

Sementara Site Manager PT SAE, Hermansyah menyatakan, pada intinya PT SAE sudah melakukan pertemuan untuk menindaklanjuti apa yang menjadi komunikasi dengan pemda Brebes terkait tuntutan masyarakat.

“Intinya kami ingin semuanya berjalan dengan baik dan lancar, karena ini merupakan proyek nasional yang harus kita amankan,” katanya.

Amanat negara

Perlu diketahui bersama, PT SAE saat ini tengah mengemban amanat dari negara untuk membangun proyek panas Bumi ini, sehingga apa yang menjadi target negara untuk pembangunan pembangkit listrik 35.000 Megawatt dapat terwujud pada tahun ini, dan PT SAE paling tidak bisa menyumbang 2.022 Megawatt untuk target itu.

“Untuk itu kesepakatan agar PT SAE bisa kembali beraktifitas lagi sangat dibutuhkan, karena sejujurnya ada biaya operasional yang harus tetap dikeluarkan akantetapi aktifitas harus terhenti karena pemblokadean ini,” pungkasnya.

Seperti diberitakan media, ribuan warga Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan dan Wanareja, Kecamatan Sirampog, Brebes menghentikan proyek panas bumi di Desa Pandansari. Mereka memblokade jalan yang menjadi akses keluar masuk logistik proyek.

Hal tersebut dilakukan setelah pelaksana proyek panas bumi PT SAE tidak bisa memenuhi tuntutan warga, yakni adanya perbaikan jalan yang rusak parah karena dilalui mobil proyek, serta pelebaran jalan dari Desa Kretek hingga ke obyek wisata Kaligua.

Aksi blokade tersebut dilakukan atas persetujuan PT SAE yang tertuang dalam berita acara hasil perundingan warga dengan PT SAE. (DANI)

Posted in: Serba Serbi