BrebesNews.Co 8 April 2017 Read More →

Ingin Tekan Kemiskinan di Brebes, Idza Belajar ke Gunung Kidul DIY

Penyerahan cindra mata antara Bupati Brebes dan Bupati Gunung Kidul Provinsi DIY usai studi banding

BREBESNEWS.co – Di pemerintahannya yang kedua, Bupati Brebes Idza Priyanti bertekad menurunkan angka kemiskinan dalam jangka lima tahun ke depan yakni dari 19,74% menjadi sekitar 5%.

Untuk merealisasikan target tersebut, adalah belajar menanggulangi kemiskinan dari daerah yang terbukti sukses menghadapi masalah serupa, salah satunya adalah Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Kami berupaya menimba ilmu pada daerah yang didera kemiskinan namun akhirnya bisa melepaskan diri menjadi makmur dan sejahtera,” kata Idza di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kabupaten Gunung Kidul, ujarnya seperti yang direlese Humas Pemkab Brebes, Jumat (7/4/2017).

Kunjungan diterima langsung Bupati Gunungkidul Badingah dan Sekda Gunungkidul Drajat Ruswandono, dan jajaran pejabat setempat lainnya.

Dalam paparanya, Sekda Gunungkidul menyatakan, daerah yang terletak 39 KM sebelah tenggara Kota Yogyakarat ini, kurang lebih 90 prosen, pertanian yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul sebagian besar adalah lahan kering tadah hujan yang tergantung pada daur iklim khususnya curah hujan. Lahan sawah beririgasi relatif sempit dan sebagian besar sawah tadah hujan.

Kabupaten Gunungkidul juga mempunyai panjang pantai yang cukup luas terletak di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, membentang sepanjang sekitar 65 Km dari Kecamatan Purwosari sampai Kecamatan Girisubo, yang mempunyai potensi wisata.

“Dari potensi pariwisata, PAD bisa digenjot yang semula hanya Rp 700 juta pertahun kini menjadi 24 milyar pertahun,” ungkap Drajat.

Sukses pengembangan pariwisata, tambah Drajat, karena pengelolaannya diserahkan pada warga setempat.

Selain itu juga adanya budaya rosulan, nyadran, kekeluargaan, dan gotong royong menjadi daya tarik tersendiri untuk mendongkrak wisata.

Lumbung padi

Untuk menangkal kemiskinan masyarakat di kabupaten Gunungkidul memiliki kearifan local yang dipertahankan, antara lain tidak menjual seluruh hasil panenan tetapi disimpan sebagai cadangan pangan.

“Strata sosial masyarakat Gunungkidul masih mempercayai pada berapa banyak harta cadangan hasil panen yang ada di lumbung pribadinya,” ungkapnya.

Upaya penanggulangan kemiskinan di Gunungkidul, kata Sekda, juga adanya dukungan yang kuat dari Pemkab dengan diterbitkannya Perda nomor 2 tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan.

“Dengan terbitnya Perda, maka ada sinergitas seluruh komponen pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan daerah yang bebas dari belenggu kemiskinan,” tandasnya lagi.

Pemkab setempat juga tengah menerapkan Sistem Informasi Desa (SID) berupa penyediaan dan layanan informasi yang berbasis pada desa.

“Kemiskinan kan yang mengetahui dan merasakan masyarakat desa, maka informasi apapun wajib hukumnya terakomodasi di SID. Dan keterlibatan masyarakat desa menjadikan inforamasi benar benar valid,” ungkapnya.

Diikuti 15 OPD

Usai pemaparan, Kepala Bagian (Kabag) Penanggulangan Kemiskinan Setda Brebes Ratnawati optimis penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Brebes bisa tercapai, karena 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan bahu membahu mewujudkannya.

Langkah-langkahnya, tentunya di dahului dengan penerbitan Perda, dan tugas-tugas di masing-masing OPD untuk saling mengeroyok.

“Tentu juga, tiga faktor terjadinya karena keturunan, budaya dan mental harus terus diperbaiki,” ungkapnya.

Kunjungan diikuti oleh 15 OPD terkait, didampingi Staf ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Lely Mulyani, Asisten I bidang pemerintahan dan sosial Athoillah, Asisten II bidang pengembangan perekonomian Moh Iqbal.

Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak. (AFiF.A)

Posted in: Pemerintahan