BrebesNews.Co 6 April 2017 Read More →

Kelangkaan Pupuk di Brebes Dipastikan Tidak akan Lama

Toko Pupuk di Brebes yang mengalami menipisnya pasokan pupuk bersubsidi

BREBESNEWS.CO -Kelangkaan pupuk bersubsidi jenis urea yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Brebes saat ini, dipastikan tidak berlangsung lama.

Hal tersebut dinyatakan Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ir. Muhamad Furqon, menanggapi keluhan banyaknya petani yang merasa kesulitan mendapat pupuk, hingga mencarinya ke daerah lain.

“Kekurangan stok pupuk urea yang kemarin itu bukan karena kebijakan alokasi, tapi murni masalah teknis distribusi. Tapi dalam tiga hari ini sudah ada 1000 ton lebih datang ke Brebes,” ungkapnya saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu (4/4/2017).

Dia menjelaskan, kendala yang dimaksud itu karena terlambatnya kiriman dari Palembang yang terkendala cuaca di wilayah perairan. Kemudian, wilayah Jawa Tengah yang dipasok dari gudang Lini III di Cilacap juga terkendala kondisi jalan yang mengurangi intensitas pengiriman ke distributor.

“Yang biasanya satu hari armada bisa sampai 3 rit ke Brebes, karena macet atau jalan yang rusak bisa berkurang. Otomatis ketersediaan saat itu sedikit, sementara kebutuhan sekarang lagi tinggi karena musim tanam, sehingga kadang-kadang, truk datang sudah habis dulu sebelum masuk ke gudang,” papar dia.

Piihaknya saat ini sudah melakukan upaya memenuhi kebutuhan yang tinggi itu dengan mengambil langsung ke gudang besar di Semarang sembari mengimbangi terhambatnya pasokan dari Cilacap sebanyak 1000 ton.

“Kemudian dari Cilacap bisa memasok 540 ton besok, ditambah Jumatnya 200 ton. Perharinya kami targetkan harus ada 200 ton yang terdistribusi ke Brebes,” jelas Furqon.

Lebih jauh pihaknya mengungkapkan, alokasi pupuk bersubsidi di sektor pertanian tahun 2017 ini, untuk urea total sebanyak 41.420 ton turun dari tahun sebelumnya 44.800 ton, SP-36 sebanyak 9.065 ton turun dari sebelumnya 9.225 ton.

Kemudian, pupuk jenis ZA sebesar 13.535 ton naik dari 2016 yang hanya 12.540 ton, pupuk NPK tahun ini turun menjadi 13.750 dari tahun lalu sebesar 15.240 ton. Sedangkan pupuk organik juga mengalami kenaikan menjadi 8.700 ton dari tahun lalu 7.800 ton.

“Alokasi tersebut juga ada alokasi untuk sub sektor lain, yakni sub sektor tanaman pangan dan holtikultura, sub sektor perkebunan dan sub sektor peternakan serta sub sektor perikanan,” terangnya.

HET

Sedangkan harga eceran tertinggi (HET) tahun ini sama dengan tahun lalu. Untuk pupuk bersubsidi jenis urea HET Rp 1800/kg, SP-36 Rp 2000/kg, ZA Rp 1400/kg, NPK Rp 2300/kg serta Organik Rp 500/kg. (HENDRIK)

Posted in: Ekonomi & Bisnis