IKLAN CUKAI DINKOMINFOTIK KAB.BREBES
BrebesNews.Co 17 April 2017 Read More →

Tolak Khilafah, Santri, Banser dan Jajaran Polri Gelar Sarasehan

Saresehan anti radikalisme di Ponpes Asalafiyah Luwungragi Bulakamba

BREBESNEWS.co -Polres Brebes, Polda Jawa Tengah mengggelar sarasehan dan silaturahmi dengan para santri dan Banser dengan tajuk “Santri, Banser dan Polri Tolak Paham Radikalisme Demi Keutuhan NKRI”.

Acara berlangsung di Aula Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafiyah Desa Luwungragi Kecamatan Bulakamba, Kamis (13/4/2017) malam lalu.

Sarahan dan Silaturahmi ini diikuti oleh ratusan santri, Banser serta anggota Polres Brebes. Hadir langsung dalam kegiatan ini Kapolres Brebes AKBP Luthfie Sulistiawan, Wakapolres Kompol Mashudi, Komandan Satuan Kordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Brebes Moh Ikhwan serta pengasuh Ponpes Assalafiyah KH Subkhan Ma’mun.

Kapolres Brebes AKBP Luthfie Sulistiwan, seperti yang di kuitp laman Tribratanews.com Polres Brebes, menyampaikan bahwa kegiatan sarasehan bersama para santri dan banser ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian dan upaya pencegahan terhadap faham radikalisme maupun kekerasan lainya.

Karena hal ini adalah tindakan buruk yang bertentangan dengan hukum dan kaidah serta norma agama, sehingga mengharuskan aparat meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, untuk menangkal gerakan radikalisme akan lebih baik dengan adanya keterlibatan langsung dari masyarakat.

“Kondisi bangsa saat ini sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu pemerintah serta aparat penegak hukum dan masyarakat harus bersama-sama merapatkan barisan menolak radikalisme yang mengatasnamakan agama hidup di Indonesia,” jelasanya.

Sementara itu (Kasatkorcab) Banser Brebes Mohamad Ikhwan mengemukakan ancaman yang merongrong Pancasila dan NKRI nampak di depan mata. Negara kita itu Islam Nusantara yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa, Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami berharap nantinya tidak ada lagi khilafah (Paham Negara Islam) yang berdiri di Indonesia. Kami juga berharap, masyarakat juga memahami bahwa NKRI harga mati dan Pancasila sebagai ideologi bangsa,” terangnya.

Kegiatan diakhiri dengan tausiyah dan doa bersama oleh KH Subkhan Ma’mun pengasuh Ponpes Assalafiyah Luwungragi. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi