BrebesNews.Co 17 May 2017 Read More →

Tarian Sufi Warnai Pelepasan Santri Al Falah Salafi Jatirokeh

Tarian sufi ala Jalaludin Rumi di pelepasan santri SMK Al Falah Salafi Jatirokeh

BREBESNEWS.co =Ratusan santri Pondok Pesantren Al Falah Salafiyah Jatirokeh, Songgom dibuat hanyut oleh grup Sholawat Ki Ageng Anjang-Anjang dari Pekalongan. Mereka menikmati pertunjukan tarian ala sufi  Jalaludin Rumi oleh 5 penarinya.

Dengan irama kolaborasi rebana, gending jawa hingga music rock, menjadikan nuansa malam wisuda purna siswa SMP Bustanul Ulum NU dan SMK Bhakti Utama NU serta Khotmil Quran santri pondok, benar-benar kedamaian bercampur semarak, Rabu malam (16/5/2017).

“Kami ingin memperkenalkan pada santri bagaimana agar bisa menikmati sholawat lewat iringan music kolaborasi Islami,” tutur salah seorang pengasuh Ponpes Al Falah Salafy Gus Faqih Maskumambang.

Ki Ageng Anjang-anjang pimpinan ustad Muhtarom ini menyuguhkan belasan sholawat antara lain Ya Nabi Sholi Ala dengan aransement gundul gundul pacul diirigi gending jawa. Pantun pitutur dengan iriama rock, AL Kholiliyah Sluku Sluku Bathok Doa, sing keri dicokot boyo, istighfar dan lain-lain.

Disela tembang, Muhtarom memberi nasihat seperti santri itu harus menjadi generasi josss yang dikandung maksud suka Ojo ora sholat, sholawat dan shodaqoh (josss).

“Dengan sholawat, maksiat minggat, urip manfaat walaupun hanya makan brekat,” ujarnya disambut tertawa hadirin.

Menurutnya, santri harus menganut long live education termasuk dengan diterapkannya full day school agar netes kabeh. Menyongsong Ramadhan, santri harus waspada dengan premium yakni prei makan dan minum.

Ter-akreditasi A

Kepala SMP SMP Bustanul Ulum NU Muhammad Abud Abdad Jangki Dausat. Menjelaskan sebanyak 75 santri telah melakukan khotmil quran.

Sedangkan yang diwisuda sebanyak 96 siswa SMP BU NU dan 115 SMK BU NU dari bidang keahlian otomotif, teknik komputer jaringan dan farmasi.

Gus Abud-demikian sapaan akrabnya- menandaskan bahwa sekolah dan mondok di Al Falah Salafiyah bukannya untuk dicetak menjadi kiai. Tetapi lebih dari itu, yakni mencetak khoerul umat atau menjadikan umat yang terbaik.

Kata Gus Abud, SMP BU NU merupakan sekolah yang pertama di Songgom yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) dan SMP satu satunya di Songgom yang ter-akreditasi A.

Untuk itu, lanjutnya, para santri harus bangga karena berkat keteguhan santri menjadikan pondok makin berprestasi dan kuat.

“Kami sangat bangga dengan para santri untuk itu jangan putus asa, mondok ya minimal 10 tahun agar membawa manfaat di masyarakat,” pungkasnya. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan