BrebesNews.Co 27 May 2017 Read More →

Tekan AKI – AKB, Pemkab Brebes Belajar ke Bandung

Foto bareng usai studi banding Pemkab Brebes ke Bandung dalam rangka menkan angka kematian ibu (aki) dan angka kematian bayi (akb) saat melahirkan

BREBESNEWS.co – Masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang dilahirkan.

Upaya keras dan maksimal Pemerintah Kabupaten Brebes terus digenjot untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat, antara lain dengan menggodok rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Kesehatan Daerah Brebes untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Ikhtiar ini, tentu dengan belajar kepada daerah yang sudah menerbitkan Perda Sistem Kesehatan Daerah,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes H Emastoni Ezam SH MH saat menyampaikan maksud kunjungan ke Kota Bandung, Rabu (24/5/2017) lalu.

Kata Sekda, para pelaku kesehatan ke royo-royo datang ke Bandung guna menimba ilmu tentang system kesehatan masyarakat.

Dipilihnya Bandung karena menjadi kota pertama yang menerbitkan Perda tentang Sistem Kesehatan Kota Bandung (SKKB).

“Perda kesehatan yang disebut dengan SKKB, ingin diadopsi yang tentu saja dengan mengukur kesesuaian daerah dan adat budaya Brebes,” tutur Toni.

Ada kesamaan di Brebes dengan Bandung, yakni memiliki bahasa Sunda. Kekhasan bahasa ini bisa jadi menginspirasi para pegiat kesehatan untuk menjadi acuan bagaimana sikap dan tradisi budaya Bandung dalam memandang kesehatan.

“Mohon kiranya jangan ada yang ditutup-tutupi, soalnya kami akan menimba ilmu, berilah penjelasan sedetail-detailnya,” ucapnya.

Bagi kami, sambung Toni, Kesehatan merupakan haknya rakyat dan tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat itu sendiri tetapi juga menjadi tanggungjawab pemerintah daerah.

Studi banding yang diikuti 45 orang yang terdiri dari Tim Penyusun Perda Sistem Kesehatan Kabupaten Brebes, dan didampingi Asistem I bidang Kesra dan pemerintahan Athoillah Syatori dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Sri Gunadi Parwoko.

Bandung juara

Rombongan diterima Staf ahli Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bidang Kesra dan SDM Ricky Gustiadi di aula Pemkot Bandung.

Menurutnya, Pemkot Bandung dengan 30 Kecamatan berpenduduk 2,3 juta mengalami hal serupa dalam bidang kesehatan. Namun demikian, setelah diterbitkannya Perda daerah tentang Sistem Kesehatan Kota Bandung (SKKB) derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat.

Dengan slogan Bandung Juara, lanjutnya, maka dalam segala hal harus menjadi juara dalam artian menjdi juara yang positif. Bandung, lanjutnya, menerapkan desentralisasi pada pemerintahan Kecamatan, termasuk di bidang kesehatannya.

Ada subsidi yang memberdayakan masyarakat antara lain dengan dana stimulant kepada RW Rp 100 juta pertahun dan PKK Rp 200 juta pertahun untuk kegiatan dan pemberdayaan masyarakat.

Banyaknya ruang public yang kemudian ditangkap oleh masyarakat sebagai sentra wisata kuliner dan wisata pakaian serta spot spot yang indah menjadi kegairahan tersendiri bagai warga Bandung.

“Bandung yang juara, tentu didalamnya harus aman, nyaman dan sejahtera,” pungkasnya.

Studi Banding diakhiri dengan saling tukar cinderamata dan kunjungan ke Puskesmas Garuda dan Puskesmas Ibrahim Adjie Bandung. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi