BrebesNews.Co 30 July 2017 Read More →

Atraksi Freestyle Meriahkan Pencanangan Tahun Keselamatan Berkendara di Brebes

Aksi ektreem freestayle saat meriahkan pencanangan tahun keselamatan berkendara bermotor di Kabupaten Brebes

BREBESNEWS.co – Dua orang ahli Free Style berkendara motor, Tito dan Ahmad Jaya membuat decak kagum warga masyarakat dan Forkompimda Kabupaten Brebes yang mengikuti Pencanangan Tahun Keselamatan Untuk Kemanusiaan tahun 2017 – 2018, Minggu (30/7/2017).

Aksi yang dilakukan para raider ini digelar di depan pendopo Kabupaten Brebes, disekitar alun-alun tempat dilaksanakannya pencanangan tahun Keselamatan yang telah dibuka oleh Bupati dan Forkompinda Brebes.

Dalam atraksi itu, dua freestyler asal Semarang tersebut secara bergantian bergantian memacu motornya dengan kecepatan tinggi disepanjang jalan depan pendopo yang dijadikan track aksi freestyle yang disaksikan oleh Forkompimda.

Teriakan histeris dan decak kagum berkali-kali terdengar saat kedua pengendara ini menunjukan aksinya. Dengan menggunakan dua unit sepeda motor yang berbeda, yakni SPM Yamaha Vixion dan SPM matic belasan aksi-aksi menegangkan mereka peragakan.

Salah satunya adalah aksi dimana para raider ini mengajak 2 Polwan untuk ikut merasakan sensasi menaiki diatas kendaraan.

Bripda Made dan Bripda Elba, mereka berdua diajak berputar dengan satu roda motor berada diatas.

Aksi ekstrem

Aksi yang tidak kalah ekstrem  adalah ketika Bripda Elba berdiri menghadap ke arah motor yang sedang malaju ke arahnya dengan kecepatan tinggi.

Tanpa bergeming, wanita ini tetap berdiri di tempat itu meski sepeda motor sudah berjarak 10 meter. Tiba tiba pada jarak 5 meter, freestyler mengerem motor secara mendadak hingga roda bagian belakang naik.

Sekali lagi, teriakan histeris dan kagum dari penonton dan tamu undangan terdengar saat motor freestyler makin mendekati si Polwan. Jeritan penonton yang takut mendadak berganti menjadi riuh tepuk tangan pada motor berhenti persis didepan Polwan tersebut.

Secara terpisah, salah satu freestyler Tito mengungkapkan dirinya sudah menekuni aksinya ini sejak tahun 2008.
Menurutnya, aksi-aksi yang diperagakan membutuhkan pelatihan yang serius serta ketekunan, kecermatan dan keseimbangan.

“Gerakan freestyle itu sangat berisiko, sehingga dibutuhkan latihan yang serius, dengan harapan saat melakukan aksi tidak gagal,” ungkap Tito. (Hms Polres Brebes/ AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi