BrebesNews.Co 4 July 2017 Read More →

Berdekatan Dengan Pondok Pesantren, Tempat Karaoke di Bumiayu Disoal

Warga Adisana Bumiayu yang datang ke Balaidesa setempat menyoal keberadaan tempat karaoke yang tanpa ijin dan dekat dengan pondok pesantren

BREBESNEWS.co -Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat desa adisana Kecamatan Bumiayu, Selasa siang (4/7/2017) menggerudug balai desa setempat.

Mereka datang menyoal keberadaan tempat karaoke yang berada dipinggiran jalan lingkar Bumiayu masuk wilayah Dukuh Blere Desa Adisana dan menuntut tempat tersebut untuk ditutup.

Tuntutan warga agar tempat usaha karaoke itu tutup lantaran telah meresahkan lingkungan,dimana posisinya berdekatan dengan pondok pesantren dan juga diketahui belum mengantongi ijin.

Puluhan warga yang terdiri dari tomas dan toga serta tokoh pemuda itu oleh kepala Desa Adisana akhirnya diajak duduk bersama dengan pemilik dan pengelola tempat karaoke, guna mencari solusi terbaik.

Satu persatu tomas,toga dan tokoh pemuda mulai menyampaikan unek uneknya kepada prmilik dan pengelola cafe dan tempat karaoke.

H.Fachrudin pengasuh ponpes Al Kautsar mengatakan awalnya ijin pertama hanyalah cafe tempat makan minum biasa sehingga dirinya tidak keberatan tetapi ternyata kenyataannya malah tempat karaoke dengan room khusus.

“Kami tidak mau ada kemaksiatan disekitar kami, apalagi dekat pondok pesantren kami. Jelas kami meminta kepada pemerintah melalui dinas terkait untuk tegas menutup tempat itu,ujar Fahrudin.

Abu Yazid selaku ketua RT 04 menyatakan, warga masyarakat dari Rt 01-06 didukuh blere ini telah sepakat menolak keberadaan cafe dan tempat karaoke tersebut. Bukti keberatan warga ini dibuktikan dengan tanda tangan warga yang dibubuhkan pada surat pernyataaan.

“Pada intinya warga menolak apapun bentuk kemaksiatan yang berada dilingkungan dukuh blere. Sehingga kami mohon tempat tersebut ditutup dan tidak beroperasi lagi,” katanya.

Sudah ada teguran

Kasi Trantib kecamatan Bumiayu,Farikhin menyatakan bahwa pihaknya selaku penegak Praturan Daerah (Perda), langkah pertama selaku petugas sudah menegur dengan tegas agar usaha karaoke jangan diteruskan.

“Pagi tadi kami bersama Satpol PP Brebes telah mendatangi pemilik dan pengelola tempat karaoke itu utuk tidak beroperasi. Kemudian kami juga menyarankan untuk segera mengajukan ijin jika ingin meneruskan dengan usaha lain selain tempat karaoke. Intinya kami sudah mrlakukan sesuai tugas kami selaku satpol PP,” ungkap Farikhin.

Setelah melalui dialog yang cukup menegangkan akhirnya pemilik dan pengelola cafe dan tempat karaoke bersedia menutup usahanya.

Warga yang berkumpul dibalai desa akhirnya satu persatu meinggalkan tempat dan pulang kerumah masing-masing. (DHANI)

Posted in: Serba Serbi