BrebesNews.Co 5 August 2017 Read More →

Bupati Tegaskan, Pasien Tidak Mampu Tetap Terlayani di RSUD Brebes

Bupati Brebes Idza Priyanti saat memberikan keterangan persnya soal penambahan anggaran untuk menutup defisit tagiihan di beberapa rumah sakit soal dana Jamkesda

BREBESNEWS.co -Setelah sempat dinyatakan lewat surat edaran, pelayanan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) untuk warga miskin di RSUD Brebes sejak 1 Agustus kemarin dihentikan.

Hal tersebut menyusul membengkaknya pasien yang menggunakaan pelayanan Jamkesda di RSUD Brebes hingga berakibat pada habisnya ketidaktersediaannya anggaran.

Menanggapi itu, Bupati Brebes, Idza Priyanti, meminta agar layanan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui Jamkesda, tetap dilayani di RSUD Brebes.

“Saya sudah perintahkan ke RSUD Brebes agar pasien yang melalui Jamkesda tetap dilayani,” ucapnya saat konfrensi pers-nya di rumah makan D’anglo, Jumat siang (4/8/2017).

Idza juga menjamin ketersediaannya anggaran untuk membayar klaim bagi pembiayaan pasien miskin penerima Jamkesda tersebut.

“Soal anggaran, saya menjamin anggarannya ada, karena sudah ada penambahan,” tegas Idza.

Menurutnya, adanya defisit anggaran tahun ini tidak mempengaruhi dana untuk pelayanan kesehatan warga miskin.

Masyarakat penerima program Jamkesda, kata dia, tidak perlu resah dan khawatir soal anggaran untuk pembayaran klaimnya.

Meski jumlahnya terbatas, kini Pemkab Brebes telah menyiapkan anggarannya dari anggaran daerah yang masih ada.

“Selain itu nantinya juga akan dialokasikan melalui anggaran perubahan tahun 2017,” terang Idza.

Dia menambahkan, layanan Jamkesda untuk warga miskin Brebes itu tidak hanya dilayani di RSUD Brebes. Namun dilayani juga beberapa rumah sakit lain, termasuk di luar kota.

Tambahan anggaran

Hingga Juni lalu, jumlah pasien melalui Jamkesda sebanyak 2.014 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.802 orang dengan klaim senilai Rp 5,3 miliar dan telah dibayar sebesar Rp 1,5 miliar.

Sedangkan sisanya, tersebar di RS Bumiayu dengan klaim sebesar Rp 272,756 juta, RS Kariadi Semarang dengan klaim Rp 121,124 juta dan RS Margono Purwokerto Rp 145,681 juta.

“Hingga Juni lalu, total klaim dari Jamkesda mencapai Rp 5,9 miliar. Dana yang ada baru Rp 2 miliar. Kekurangannya sekitar Rp 3,84 miliar kini tengah kami siapkan,” kata politikus PDIP itu.

Pihaknya telah memerintahkan Dinas Kesehatan selaku instansi yang menangani, agar layanan Jamkesda tetap diterima di rumah sakit milik Pemkab Brebes.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan layanan kesehatan prima bagi masyarakat kurang mampu,” tuturnya.( AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi