BrebesNews.Co 29 August 2017 Read More →

Kadinkes Brebes Beserta 7 Saudaranya jadi Korban Penipuan Umroh Frist Travel

Andika Surachman pengelola perjalanan umroh Frist Travel Jakarta

BREBESNEWS.co – Ribuan korban calon jamaah umroh lewat agen First Travel Jakarta ternyata juga di alami oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dokter Sri Gunadi Purwoko.

Menurut dokter yang berdomisili di Desa Sitanggal kecamatan Larangan Brebes ini, sebenarnya berniat memberangkatkan tujuh saudaranya yang kurang mampu ke Tanah Suci untuk menjalani ibadah umroh.

Namun, niatnya gagal karena First Travel kini bermasalah dan terbelit hukum dengan dugaan kasus penipuan.

Ia memang sempat curiga dengan agen perjalanan umrah ini, yang mematok harga relatif murah yakni cuma 14,3 juta rupiah, sementara agen yang lain berkisar sekitar 20 juta rupiah.

“Tadinya saya sempat konfirmasi lewat telepon ke kantor pusat First Travel di Jakarta soal harga. Saat itu saya tanya, ini benar nggak harganya cuma segitu, karena ini logikanya enggak masuk akal, kok murah sekali,” ujar Gunadi lewat sambungan teleponnya kepada BREBESNEWS.co, Selasa (29/8/2017).

Karena First Travel sudah mengonfirmasi kebenaran harga promo tersebut, Gunadi pun lega dan segera membayar ongkos umrah ke rekening First Travel.

“Pertama, membayar per orang Rp 14,3 juta. Selanjutnya, katanya untuk bisa cepat berangkat, dia harus membayar biaya tambahan yang diminta kembali sebesar Rp 2,5 juta per orang. Sehingga bila dijumlah setiap orang dikenai biaya Rp 16,8 juta,” bebernya.

Menurut Gunadi karena yang mau ikut tujuh orang saudara, kemudian ia setor sekitar Rp 117 juta.

Usai membayar biaya umrah pada 2016, tujuh saudara Gunadi yang didaftarkan pun dijanjikan berangkat pada Maret 2017. Namun, hingga akhir Agustus ini belum ada kejelasan dari First Travel.

“Ya sudah bagaimana lagi, sekarang jadi seperti ini. Saya juga sudah ikhlas menerima. Niatan saya membantu saja kepada saudara. Jadi, semuanya saya serahkan kepada agen terkait kejelasan agen First Travel,” tuturnya mengakhiri sambungan teleponnya. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi