BrebesNews.Co 7 August 2017 Read More →

Serangan Hama, 4 Desa di Kecamatan Bantarkawung 3 Kali Panenannya Gagal

Kondisi tanaman padi di Kecamatan Bantarkawung yang mengalami gagal panen

BREBESNEWS.co – Sudah hampir setahun lebih atau 3x masa panen, para petani di 4 Desa di Kecamatan Bantarkawung hanya bisa gigit jari, lantaran mereka tidak dapat memanen padi yang mereka tanam alias gagal panen.

Kondisi semacam ini terjadi diantaranya di Desa Legok, Sindangwangi, Tambak serang dan Pangebatan.

Berdasarkan pengakuan mereka, kondisi gagal panen ini terjadi akibat serangan hama wereng dan hama tikus yang menyerang tanaman padi disawah mereka.

“Akibat serangan hama wereng dan tikus, dalam setahun ini kami mengalami gagal panen dan membuat kami mengalami kerugian jutaan rupiah, ” ujar Kasan (48) salah satu petani asal Desa Pangebatan.

Kasan menuturkan, awalnya tanaman padi yang diserang hama wereng itu akan menguning dan tak lama lalu memerah terbakar kemudian layu.

Dia terpaksa memberi semprotan extra agar padi bisa tetap hidup. Namun selepas itu serangan hama tikus juga ikut menyerang tanaman padi para petani.

“Hampir petani yang ada disini mengalami gagal panen, jika ada yang berhasil dipanenpun hanya berkisar antara 20% hingga 40% saja. Itu tidak sebanding dengan biaya operasional untuk menanam padi lagi, ” katanya.

Kepala Desa Pangebatan, Irham Farizi menyatakan dari areal pertanian sawah teknis seluas 271,09 hektar yang ada didesa Pangebatan, hampir 80% sawah para petani diserang hama wereng dan hama tikus.

Kondisi semacam ini terjadi hampir merata di Blok Buaran, Cipanas, Sawangan dan Karangwungu.

“Sudah selama setahun ini kami kerap mendapatkan keluhan dari para petani lantaran serangan hama wereng dan hama tikus yang mengakibatkan gagal panen,” terang kades.

Menurutnya, dia sudah berusaha untuk menyarankan kepada para petani agar lahan sawah yang diserang hama itu di kosongkan atau diistirahatkan dulu, supaya hamanya pergi dan tidak berlarut-larut.

Akan tetapi para petani itu, tetap bersikeras sehingga gagal panen itu terus terjadi hingga 3kali masa panen.

“Kami telah menyarankan kepada para petani untuk mengistirahatkan dulu lahan mereka dan menggantikan sementara tanaman padi mereka dengan tanaman pangan yang lain. Bahkan kami juga sudah melaporkan kondisi ini ke balai penyuluh tingkat kecamatan, ” ungkap kades.

Sementara kepala BP3K Bantarkawung Raswanto memaparkan, sejauh ini pihaknya telah melakukan Pengendalian bersama berupa penyemprotan obat khusus dari bantuan dinas pertanian Brebes.

“Bersyukur Alhamdulillah hasilnya lumayan ada efeck yang signifikan, dimana untuk serangan hama wereng sedikit berkurang,” terang Raswanto.

Raswanto juga menyayangkan paradigma petani yang keliru, dimana masih banyak petani yang mengunakan pestisida tidak sesuai aturan, disangkanya jika menggunakan pestisida dengan jumlah banyak maka hamanya akan hilang.

“Padahal tidak semua hewan/serangga merusak tanaman padi, keseimbangan alam itu harus tetap terjaga. Dengan mata rantai makanan disawah yang tidak stabil/seimbang akan menyebabkan jumlah hama lebih banyak ketimbang predator pemakan hama,” ujarnya.

Selain itu, menurut Raswanto, masyaralat juga masih banyak yang percaya pada mitos maupun takhayul, dimana manakala para penyuluh mengajak pembasmian hama tikus, mereka enggan ikut karena mereka meyakini tikus-tikus itu ada yang menggembala.

“Masyarakat masi berpikiran tradisonal dimana bisa bahwa tikus yang menyerang tanamannya ada yang memeliharanya hingga semakin banyak,” tukas Raswanto. (DHANI)

Posted in: Serba Serbi