BrebesNews.Co 20 September 2017 Read More →

Di Desa Rancawuluh, Buang Sampah Sembarangan Didenda 100 ribu

Plang peringatan denda 100 ribu rupiah bagi pembuang sampah sembarangan yang dipasang di pinggir jalan Desa Rancawuluh Kecamatan Bulakamba

BREBESNEWS.co – Fenomena berserakannya sampah menjadi polemik tersendiri bagi masyarakat.

Hal tersebut juga di rasakan Desa Rancawuluh Kecamatan Bulakamba yang dibuat dibuat gerah oleh segelintir orang yang buang sampah sembarangan di akses masuk desa.

Akibatnya tumpukan sampah terlihat di pinggiran jalan menambah kesan kumuh desa.

Menggugah kesadaran masyarakat inilah pihak pemerintah desa memberikan peringatan kepada warga dengan sanksi denda 100 ribu bagi orang yang sengaja ataupun tidak sengaja membuang sampah secara sembaranagn di wilayahnya.

“Desa pasang plang peringatan, Jika ketahuan buang sampah langsung di minta denda 100 ribu.hal ini kita lakukan buat pelajaran bagi warga,” ujar Kades Rancawuluh Supriyadi kepada BREBESNEWS.co, Rabu (20/9/2017) saat ditemui diruangan kerjanaya.

Lebihjauh Supriyadi membeberkan dari pantuan warganya, oknum orang yang membuang sampah justru bukan berasal dari desanya sendiri. Namun dari daerah lain.

Sampah, bahkan kini sering terlihat di sepanjang jalan perbatasan Desa Bulusari-Rancawuluh.

“Kebanyakan pelaku berasal dari luar desa saya. Mereka beraksi di waktu subuh ketika hendak ke pasar bulakamba.Pernah sekali tertangkap namun hanya diberi peringatan,” tambah Edi sapaan akrabnya.

Edi menandaskan, pihaknya akan menindak dengan denda 100 ribu rupiah bila ada orang yang tertangkap sedang membuang sampah di pinggir jalan desanya.

Terpisah, Kepala Dinas Plt. Lingkungan Hidup Brebes, Edi Kusmantoro mengatakan fenomena buang sampah sembarang merupakan kurangnya kesadaran warga memilah dan mengolah sampah.

“Umumnya,Jika barang itu dianggap tidak bermanfaat langsung di buang,” terang Edi.

Edi menjelaskan sampah di Kabupaten Brebes, kian menumpuk dari hari ke hari hingga mencapai 600 ton per hari, hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kaliwlingi tidak mampu menampungnya.

“Orang sekarang enggan memilah dan mengolah sampah serta kurangnya kesadaran warga itu sendiri. Jika sampah organik di jadikan kompos dan non organik didaur ulang seperti plastik. Saya setuju dengan tindakan Kades Rancawuluh untuk efek jera warga,” pungkas Edi. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi