BrebesNews.Co 29 September 2017 Read More →

Disoal, Pemkab Brebes Belum Punyai Tempat Pemakaman Umum

Ilustrasi

BREBESNEWS.co – Jumlah penduduk Kabupaten Brebes, saat ini diperkirakan hampir mencapai dua juta warga.
Ironisnya, Pemkab Brebes hingga sekarang belum memiliki fasilitas tempat pemakaman umum (TPU) yang dipunyai pemerintah.

Tempat pemakaman yang ada, biasanya dari wakaf warga, bukan milik pemerintah, kecuali Taman Makam Pahlawan (TMP) di kampung Kembang Baru Brebes.

Akibat persoalan ini, yang juga menjadi pemicu konflik horizontal terkait aliran kepercayaan dan penghayat yang hendak memakamkan warganya, karena warga akan menolak bila pemakaman jenazah bukan warga asli, ataupun lain keyakinan

Demikian diungkapkan Budayawan Brebes, Wijanarto, saat memberikan pandangan di diskusi temu Forum Multi Pihak, Kamis, (28/9/2017), di Kedai Seruni Brebes.

Menurut Wijanarto yang juga sebagai Ketua Dewan Kesenian Brebes menyebutkan, perubahan organisasi perangkat daerah yang sering terjadi pada pemerintah kabupaten berdampak pada tugas yang menangani pemakaman. TPU sangat penting bagi warga negara.

“Untuk itu negara harus hadir untuk mengatasi masalah ini. Sebab yang terjadi hingga saat ini, warga Brebes yang beraliran kepercayaan sulit memakamkan kerabatnya,” lanjutnya.

Dia mengaku sudah beraudiensi dengan Asisten I Bupati Brebes, tentang penyedian tempat pemakaman umum. Namun hingga kini belum ada realisasi nyata kearah pengadaan tempat tersebut.

“Padahal, inklusi sosial bukan hanya mendorong minoritas kedepan tetapi juga menciptaan masyarakat yang terbuka dan menerima perbedaan yang ada,” tegasnya.

Sementara Anggota Forum Konunikasi Umat Beragama (FKUB) Brebes, Agus Suratno meminta Pemda memperjelas SKPD mana yang berwenang pengadaan TPU.

Melakukan pemetaan lahan-lahan milik pemerintah yang tidak produktif. Namun demikian, warga Sapto Darmo juga diharapkan berupaya sendiri untuk pemenuhan kebutuhan pemakaman.

“Pihak Kristiani juga dulu pernah mengalami kesulitan memakamkan anggota keluarganya. Namun Karena berkat swadaya, para warga kristiani membeli tanah untuk pemakaman keluarga di Brebes dan Tegal,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu warga penghayat Sapto Darmo, Harjo, mengaku sering merima perlakuan diskriminatif dari warga. Karena tidak diterima masyarakat, jasad warga penganut aliran Sapto Darmo yang sudah dimakamkan harus dibongkar dan dipindahkan.

“Persoalan TPU sangat penting bagi kami. Harapannya Pemkab Brebes tidak mengabaikan persoalan yang hingga saat ini belum terpecahkan,” ujarnya.(AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi