BrebesNews.Co 25 September 2017 Read More →

Nobar, Santri Al Falah Jatirokeh Antusias Simak Adegan Film G 30 S/PKI

Suasana nonton bareng para santri film Penghianatan G 30 S/PKI di Ponpes Al Falah Jatirokeh Kecamatan Songgom

BREBESNEWS,co – Lebih dari 850 santri dari Pondok Pesanteren Modern Al Falah Desa Jatirokeh Songgom nonton bareng (nobar) film Penghianatan Gerakan 30 September yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Nobar, dikandung maksud untuk memberi pemahaman kepada generasi muda bahwa Indonesia pada masa silam pernah terjadi masa kelam akibat pemberontakan G 30 S/PKI.

“Dalam film ini, kalian jelas tidak pernah mengalami, namun ada pelajaran yang berharga bahwa Indonesia pernah mendapat ujian pemberotakan setelah merdeka,” kata Pengasuh Pesantren Modern Al Falah KH Nasrudin SH saat memberi sambutan sebelum pemutaran Film, Ahad malam (24/9/2017) selepas sholat Isya.

Kiai Nasrudin berharap para generasi muda tetapi berpegang teguh pada ideologi Pancasila, dan patuh dengan Negara Kesatua Republik Indonesia (NKRI)

Paham komunis tidak mempercayai adanya Tuhan alias Atheis, dan itu bertentangan dengan Pancasila.

Demikian juga ketika Badan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dengan anggota yang terdiri dari 9 orang dan hanya satu orang yang non muslim tetapi tidak menghendaki Indonesia sebagai Negara Islam.

“Meskipun mayoritas anggota BPUPKI itu beragama Islam, tetapi tidak memaksakan menjadi negara berazaskan Islam.,” kata Nasrudin.

“Indonesia lebih memilih ideology yang berazazkan Pancasila, karena warga Indonesia terdiri dari suku, dan beragam agama. Pancasila terbukti hingga saat ini bisa mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambah Kiai Nasrudin yang juga mantan anggota DPR RI.

Sementara itu, Danramil Songgom Lettda Hari Eko Cahyono dalam sambutannya menyebutkan, Indonesia selalu berada dalam ancaman dan gangguan yang berusaha menggantikan Pancasila dengan ideologi lain.

Peristiwa yang dilakukan PKI, lanjut Hari, tercatat terjadi 2 kali yakni peristiwa Madiun tahun 1949, yang diketuai Muso. Dalam peristiwa ini, PKI membantai para santri dan para kiyai.

Sedang pada peristiwa pemberontakan 30 September tahun 1965, atau yang biasa disebut G 30 S PKI ini, menewaskan 7 Petinggi TNI dan 2 Anggota TNI lainnya.

Selain gerakan PKI, juga tercatat banyak gerakan yang ingin merongrong ideology Pancasila dari Indonesia.
Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia (DI/TII) juga pernah melancarkan rongrongannya. Pun di gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) juga melakukan perlawanan.
.
Menurut Hari film G30S/PKI kali ini tidak diputar secara lengkap, tetapi sudah dilakukan pengeditan oleh Pusat Penerangan TNI dengan membuang adegan sadistik.

“Sejak tahun 1998 Film G30S/PKI diberhentikan penayanganya hingga kini, pemutaran kembali kali ini dipandang penting
karena film tersebut sarat dengan pelajaran yang berharga, agar tidak terulang peristiwa kelam tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan BREBESNEWS.co di lokasi pemutaran film G 30 S/PKI yang diputar di lapangan dalam Pondok Pesantren As Salafiah ini, santri-santri baik laki-laki dan santri perempauan menymak antusias adegan demi adegan dari tragdi yang menewaskan 7 Jendral Angkatan Darat tersebut. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi