BrebesNews.Co 8 September 2017 Read More →

Relawan ‘ Kotaku ‘ Dilatih Cegah Kebakaran

Saat pelatihan penanganan kebakaran oleh anggota Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di halaman Kantor Bappeda Brebes

BREBESNEWS.co – Di musim kemarau, bahaya kebakaran senantiasa mengancam pemukiman terutama yang padat penduduk. Untuk itu, diperlukan antisipasi sebelum datangnya bahaya kebakaran.

Wujud dari itu, relawan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dilatih tentang pengamanan bahaya kebakaran.

“Sebanyak 230 orang mengikuti kegiatan penanganan bahaya kebakaran dengan antusias,” tutur Asisten Kordinator (Askot) Mandiri Kotaku Brebes Bambang Rudihartono disela kegiatan di Kantor Satpol PP Brebes, Jumat (8/9/2017).

Pelatihan yang digelar selama dua hari tersebut, diharapkan para relawan tersebut juga akan mampu mensosialisasikan kepada warga masyarakat di lingkungannya masing-masing.

“Sehingga upaya mendukung, mencegah dan penanganan Kotaku bisa terwujud,” lanjutnya.

Pelatih diambil langsung dari Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Brebes dengan materi tentang pengamanan bahaya kebakaran dan sekaligus praktek simulasi.

Setidaknya, peserta menjadi dan terampil secara dini bagaimana cara mengatasi kebakaran jika terjadi di lingkungan permukiman terutama di lingkungan permukiman padat wilayah perkotaan.

“Masyarakat sesunggunya dapat mengatasi api, sebelum api menjalar dan menghanguskan bangunan yang menjadi tempat tinggal mereka,” kata Rudi.

Rudi menambahkan, sesuai peraturan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PR), ada tujuh aspek terkait penanganan kekumuhan.

Yakni aspek kondisi bangunan, jalan lingkungan, drainase lingkungan, penyediaan air minum atau air bersih, sanitasi layak, pengelolaan sampah, dan pengamanan bahaya kebakaran.

“Sesuai SK Bupati Brebes tahun 2014 ada sekitar 94,74 Ha luasan kumuh yang harus dituntaskan menjadi 0 % kumuh di tahun 2019,” tandasnya.

Salah seorang peserta pelatihan, Badriah mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Karena bisa menambah wawasan dan timbul keberanian untuk menangani bahaya kebakaran.

“Kalau tahu caranya, api bisa kita padamkan dengan alat-alat disekitar kita,” ungkap Badriah.

Dia berjanji ilmu yang telah didapatkan akan ditularkan kepada warga masyarakat sekitarnya sehingga bisa saling menolong tatkala terjadi kebakaran. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi