BrebesNews.Co 10 September 2017 Read More →

Sawah Kering, Petani Bulakamba Beralih ke olah Batu Batu

Petani di Desa Bulakamba Kecamatan Bulakamba yang beralih pekerjaan membuat batu bata karena sawahnya sudah mengering akibat dampak kemarau

BREBESNEWS.co – Seperti pepatah kata menyebutkan tidak ada rotan akarpun jadi.demikian halnya yang dialami petani Darlan (61) warga Desa Bulakamba Rt 03/ RW 03 Kecamatan Bulakamba beralih pekerjaan sebagai pembuat bata merah.

Hal tersebut terpaksa dilakukan, karena sawah didesanya sudah mengering dan pasokan air tidak ada.

“Sawah sudah kering kerontang, Tidak bisa menanam bawang merah karena pasokan air dari hulu sedikit sekali. Alhasil saya membuat batu bata saja untuk menghidupi kebutuhan rumah tangga,” jelas Darlan kepada BREBESNEWS.co, Minggu (10/9/2017).

Darlan menuturkan, dirinya bersama petani lainya banting stir disebabkan tidak ada pekerjaan lain. Musim kemarau di perkiraakan hingga Desember mendatang.

“Selain bertani, kami hanya bisa membuat batubatu, untuk pekerjaan lainnya kami tidak bisa. Target saya mencetak bata 700-1000 bata per hari. Setelah dua minggu baru di bakar,” ungkap Darlan.

Darlan mengaku untuk batu-bata yang sudah jadi dihargai 1000 rupiah per-bata.

“Lumayanlah buat nyambung hidup,” tandas Darlan.

Kondisi yang sama juga disampaikan Maktub (59). Dia menjelaskan terpaksa membuat batubata walaupun proses pembuatan batu bata cukup menyulitkan. Pasalnya,Kerasan batubata tanah harus mengunakan tanah lembut.

Meski sulit, namun pekerjaan buat bata harus dilakukan karena untuk bisa menyambung hidup keluarganya.

“Saya terpaksa membuat bata untuk kebutuhan rumahtangga. Pekerjaan lain saya tidak bisa. Kami beruntung bia mengolahan sawah meski proses cukup sulit,” tandas Maktub.

Menurut mereka berdua, pekerjaan membuat bata akan berhenti manakala musim hujan tiba. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi