BrebesNews.Co 21 September 2017 Read More →

Soal Persedian Air Bersih, PDAM dan PU Gelar Konsultasi Publik

Ilustrasi

BREBESNEWS.co – Guna menampung masukan dari masyaraka,t terkait penyusunan amdal rencana pembangunan sarana dan prasarana air bersih perkotaan (P2D2) di wilayah Brebes selatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kabupaten Brebes bersama PDAM gelar Konsultasi publik, Rabu (20/9/2017)di pendopo eks kawedanan Bumiayu.

Acara yang dimotori oleh Pusat studi perkotaan dan lingkungan Indonesia ( Puskotling Indonesia) ini dihadiri oleh seluruh kepala PDAM, konsultan dan kepala desa serta tokoh masyarakat.

Pertemuan ini dilakukan sebagai upaya mengatasi permasalahan penyedian air bersih di wilayah Kabupaten Brebes.

Kepala PDAM Brebes, Karmai Widyastuti mengatakan, pelayanan PDAM di Kabupaten/kota di provinsi Jawa Tengah belum dapat melayani seluruh masyarakat dikarenakan PDAM di kab/kota belum memiliki sumber air baku potensial.

Katanya, dari 35 PDAM kabupaten/kota di Provinsi Jateng, saat ini baru dapat melayani 5,3 juta jiwa penduduk, dari 32,3 juta jiwa penduduk di prov jateng.

“Jadi PDAM baru bisa melayani kurang lebih sekitar 15 persen saja,” ujar Karmai.

“Untuk itu PDAM Brebes rencananya akan membangun sarana dan prasarana air bersih yang bersumber dari sumber mata air Tuk Uleng dengan debit sebesar 200 liter/detik,” terangnya lagi.

Sementara Kabag Teknik PDAM Brebes Muflikhin ST menambahkan, sumber mata air Tuk Uleng sebenarnya memiliki debit 1250 liter per detik, namun rencananya hanya akan dimanfaatkan sekitar 250 liter per detik saja.

Diantaranya untuk Kecamatan Sirampog hanya sekitar 15-20 liter per detik, Bantarkawung 50 liter per detik, Tonjong 25 liter per detik dan sisanya untuk pelanggan di Kecamatan Bumiayu.

”Debit sejumlah itu, saya rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih di 4 kecamatan yakni Sirampog, Bumiayu, Tonjong dan Bantarkawung,” pungkas Muflihin. (DHANI)

Posted in: Serba Serbi