BrebesNews.Co 17 October 2017 Read More →

Bacagub asal Brebes Sudirman Said dapat Dukungan Kyai NU

Sudirman Said saat halaqoh bersama KH Abdul Ghofur Maimun Zubaer dari Rembang Jateng di Ponpes Asalafiah II Luwungragi Kecamatan Bulakamba

BREBESNEWS.co – Lebih dari seratusan ulama dan kyai dari berbagai pondok pesantren di Jawa Tengah mendoakan Sudirman Said yang kini tengah mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Tengah.

Mereka yang rata-rata dari unsure Nahdlatul Ulama (NU) dan datang dari berbagai Ponpes di Jawa Tengah ini, sepakat menyatakan dukungannya terhadap langkah Sudirman maju dalam kontestasi Pilgub Jateng 2018 mendatang.

Dukungan tersebut, tertera saat acara Halaqoh (pertemuan) Alim Ulama Jateng di Ponpes Al Ishlah Assalafiyah II di Desa Luwungragi, Kecamatan Bulakamba, Sabtu sore (14/10/2017).

Di antara para ulama dan kyai yang hadir nampak KH Abdul Ghofur Maimun Zubeir dan KH Muhammad Wafi Maimun Zubeir. Keduanya kakak beradik putra Mbah Maimun Zubeir, pengasuh Ponpes Al Anwar, Sarang, Rembang Jawa Tengah.

“Mari kita doakan agar Pak Dirman mendapat keberkahan dan kemudahan dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 mendatang,” kata KH Maghfur Idris, pimpinan Ponpes Hidayatul Muhtadin, Sragen, selaligus ketua panitia acara halaqoh itu.

Sudirman sendiri merasa senang bisa bersilaturahim dengan para kyai dari 35 kabupaten/kota di seluruh Jateng.

“Apalagi didoakan ratusan kyai. Sungguh ini momen dukungan yang luar biasa. Bagi saya, doa para kyai membuatnya makin percaya diri dalam melangkah ” kata Sudirman.

Menurut mantan Menteri ESDM era Jokowi ini, selain kiyai-kiyai NU, dirinya juga sudah mendapat sinyal kuat 3 partai, yakni Partai Gerindra, PKS, PAN. Bahkan partai satu lagi, yakni partai Demokrat besutan mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

“Bahkan dari penturan ketuanya SBY, kalau bisa Pilgub Jateng 2018 nantinya bisa Head to Head,” ujar putra yang di lahirkan asli Desa Slatri Kecamatan Larangan Brebes ini.

Sudirman Said bersama KH Abdul Ghofur Maimun Zubair tampil sebagai pembicara dalam halaqoh bertajuk Peran Pondok Pesantren Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Bangsa.

Dalam pandangan Sudirman, pesantren merupakan salah satu wadah kaderisasi kepemimpinan.

Pendidikan pesantren yang mengajarkan nilai-nilai agama, baik kejujuran maupun ketauladanan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Kehidupan kepesantrenan merupakan wahana yang baik untuk terciptanya pemimpin.

Kemandirian yang merupakan tradisi santri merupakan bagian dari proses pembentukan kepemimpinan.

“Karena itu tidak heran jika banyak tokoh dan pemimpin di level nasional maupun daerah lahir dari rahim pesantren.

Misalnya KH Abdurahman Wahid, Hidayat Nur Wahid, Din Syamsuddin, Zulkifli Hasan, dan sederet tokoh lainnya,” terang Sudirman.

Sementara itu KH Abdul Ghofur menyampaikan, seorang pemimpin harus memiliki karakter yang kuat. Pemimpin yang memiliki karakter yang kuat, akan mampu membawa kemajuan bagi masyarakat dan daerah yang ipimpinnya.

“Pemimpin yang memiliki karakter akan mampu menghadapi setiap tantangan. Namun itu akan dihadapi dan diselesaikan dengan cara-cara yang baik, tanpa harus menghalalkan segala cara,” ujar KH Abdul Ghofur. (AFiF.A)

Posted in: Politik