BrebesNews.Co 30 October 2017 Read More →

‘PISA’ Upaya Cegah Konsumsi Informasi Negatif pada Anak

Sosialisasi Pusat Informasi Sahabat Anak Indonesia (PISA) di Grand Dian Hotel Brebes, Senin (30/10/2017)

BREBESNEWS.co -Perkembangan teknologi informasi (TI) menjadi kegalauan tersendiri bagi orang tua ketika anak-anaknya mengakses informasi yang tidak layak anak.

Pasalnya, kecenderungan mengkonsumsi informasi negatif menjadikan anak tercerabut hak-haknya, hingga bisa mendatangkan berbagai bentuk ekses negatif, seperti tindak kekerasan, pornografi, bullying dan ekses lainnya.

“Untuk itu, berikan informasi yang positif kepada anak-anak kita agar Mereka menjadi anak hebat,” ajak Asdep Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Drs. Dermawan, M.Si saat menyampaikan sosialisasi Pusat Informasi Sahabat Anak Indonesia (PISA) di Grand Dian Hotel Brebes, Senin (30/10/2017).

Pengaruh globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terutama pada media digital juga mempunyai nilai positif.

“Nilai positif itu, yakni mampu mengakses berbagai informasi dengan cepat,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, dalam pasal 10 UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mengatur, setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima dan mencari, serta memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan di usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan.

Ada beberapa informasi yang layak anak, yakni informasi tersebut yang bebas pelanggaran hak anak dan tidak mengandung unsur kekerasan, ancaman, pornografi dan perjudian yang mudah di tiru anak.

“Tidak mengandung unsur antisosial, provokatif dan mistik yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak,” bebernya lagi.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kabupaten Brebes Johari SH menyampaikan kalau Kominfotik telah memberikan fasilitas Wi-Fi di lima titik strategis. Meski demikian, sudah difilter dengan penggunaan internet sehat dan aman.

Selain itu, Kominfotik juga telah menyediakan siaran untuk anak-anak, telah diterbitkan Peraturan Bupati nomor 018 tahun 2011 tentang larangan menghidupkan siaran radio dan televisi pada jam belajar.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kab Brebes Drs H Khambali MM, mengungkapkan hingga akhir September tercatat ada 65 kasus korban kekerasan terhadap anak.

Untuk itu, kata Khambali, seluruh stake holder untuk saling bantu mencegah atau meminimalisir tindak kekerasan dengan langkah kongkrit.

“Tidak bisa penanganan kasus dilakukan oleh institusinya karena membutuhkan dana, tenaga dan waktu yang tidak sedikit. Satu kasus saja, minimal dibutuhkan dana Rp 3 juta, belum tenaga, pikiran dan waktu,” ujar Khambali. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi