BrebesNews.Co 26 October 2017 Read More →

Mahasiswa Se Brebes Bersama DHC BPK 45 Deklarasi Anti Radikalisme

Salah satu mahasiswa dan anggota DHC BPK 2 Brebes saat membaca deklarasi anti radikalisme

BREBESNEWS.co – Sebagai wujud kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ratusan mahasiswa di Brebes mendeklarasikan anti radikalisme.

Deklarasi bersama Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan 45 (BPK 45) Kabupaten Brebes tersebut berlangsung di Kampus STIE Manggalia Jalan Taman Siswa Padasugih Brebes, Rabu (25/10/2017).

Ketua DHC BPK 45 Ir Iskandar MM mengungkapkan, deklarasi ini sebagai tindak lanjut deklarasi para pimpinan perguruan tinggi dihadapan Presiden RI Jokowi untuk melawan Radikalisme dan Intoleransi, di Bali beberapa waktu lalu.

“Kami menjembatani mereka, agar mereka memahami betapa pentingnya patriotisme dan nasionalisme agar tumbuh terus di kalangan mahasiswa,” ujar Iskandar.

Tidak sedikit mahasiswa berpaham ideologi yang tidak sejalan dengan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Karena ketidaktahuannya, dikhawatirkan nilai-nilai Pancasila tidak merasuk ke dalam dadanya. Sehingga akan luntur
pula sifat dan sikap patriotisme dan nasionalismenya.

Untuk itu, perwakilan mahasiswa dari STIE Manggalia Brebes, STAI Brebes, AKBID YPBHK Brebes, Akbid Toha Putra Sirampog, Poltek Mitra Karya Mandiri Ketanggungan, dan STMIK Paguyangan serta Universitas Peradaban Bumiayu menggelar Deklarasi dan Implementasi Pancasila untuk menangkal Radikalisme dan Intoleransi di Kalangan Mahasiswa se Kab Brebes.

Dalam ikrarnya, mahasiswa menyatakan kesetiaannya satu ideologi Pancasila, satu konstitusi UUD 1945, satu Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia, satu semboyan Bhineka Tunggal Ika, dan satu tekad melawan radikalisme dan intoleransi.

Mereka sepakat bahwa perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Perguruan tinggi antara lain bertujuan menemukan dan menegakan kebenaran serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa, Negara dan kemanusiaan.

Munculnya kecenderungan dan berkembangnya ajaran-ajaran atau faham yang bersifat radikal di Indonesia telah nyata mengajarkan kekerasan.

Mereka mengatasnamakan agama, ras dan antar golongan yang bertentangan dengan Pancasila. Keadaan demikian sangat berbahaya bagi bangsa, Negara dan kemanusaiaan.

Pemuda lakukan terobosan

Dalam kesempatan tersebut mantan Dandim 0713/Brebes Gunawan Wibosono menyampaikan materi tentang pentingnya Nasionalisme dan Patriotisme.

Menurutnya, pemuda harus melakukan terobosan untuk menciptakan karya dan mimpi mimpi baru.

Sebagaimana yang dicontohkan oleh Pemuda Sukarno saat itu yang dengan gigih bisa mendirikan NKRI, para pemuda mengusir penjajah.

Era kini, pemuda juga harus mencari terobosan jangan mudah terprovokasi. Apalagi perkembangan teknologi informasi telah menjadi alat radikalisme yang ampuh.

“Kita harus waspada dengan radikalisme dan intoleransi lewat medsos,” ujarnya mengingatkan.

Gunawan mengajak kepada para Mahasiswa untuk mencari keteladanan dan diharapkan pula, keteladanan itu menjadi terobosan yang mempesona untuk membuktikan kepada bangsa dan Negara serta kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Sesepuh Kabupaten Brebes H Soewardi Wirjaatmadja SH, Ketua STIE Manggalia Magdalena Tuari Senduk SH MM, pengurus dan anggota DHC BPK 45 dan undangan lainnya. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi