BrebesNews.Co 24 October 2017 Read More →

Pemkab Beri Waktu 30 Hari Warga Bongkar Bangunan di Saluran Irigasi

Ilustrasi

BREBESNEWS.co – Pemkab Brebes, memberi batas waktu 30 hari kepada warga untuk membongkar sendiri bangunan mereka yang berdiri di sempadan saluran irigasi.

Bangunan tak berijin tersebut dianggap menganggu aktivitas pengerjaan normalisasi saluran irigasi Pemali hilir yang mengakses sembilan kecamatan di Brebes.

Batas waktu tersebut merupakan kesepakatan bersama para warga yang telah dikumpulkan dalam kegiatan sosialisasi penertiban bangunan, Senin, (23/10/2017), di Balaidesa Larangan.

Tidak ada kata penolakan, namun beberapa warga meminta Pemkab memikirkan warga yang bangunannya jadikan tempat tinggal.

“Saya minta pemerintah ikut memperhatikan warga seperti saya, karena merasa berat bila untuk membongkar harus pakai biaya sendiri. Apalagi tidak puya lahan untuk tempat tinggal lagi. Barangkali bisa dipikirkan tempat untuk relokasi-nya,” pinta Wartono, salah satu warga Larangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengairan dan Tata Ruang, Agus As’ari membenarkan batas waktu penertiban bangunan liar di Desa Larangan disepakati 30 hari sejak hari ini.

Warga diminta untuk membongkar sendiri bangunan yang berada di sepanjang saluran irigasi pemali hilir.

“Untuk warga yang meminta relokasi nanti kita akan kaji bersama di tingkat pemerintah kabupaten. Karena terkait lahan yang kita sediakan apakah ada atau tidak ada,” ujarnya singkat.

Perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Agnes Yustika Rini mengungkapkan, pembersihan bangunan liar yang ada di sekitar sungai merupakan agenda rutin.

“Karenanya, diharapkan akhir tahun ini semua bangunan liar yang ada di Kabupaten Brebes disekitar area sungai bisa ditertibkan,” ucap Agnes.

Proyek nasional normalisasi di saluran irigasi Pemali hilir, lanjut Agnes mengakses sembilan kecamatan di Brebes.
Nilai proyeknya mencapai Rp200 miliar lebih, ini nantinya akan membantu petani Brebes dalam kesulitan air. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi