BrebesNews.Co 3 November 2017 Read More →

Diduga Cabuli Keponakan Perempuanya, Pria Ini Berurusan dengan Polisi

Tersangka Mas (pakai kain ber topeng) saat dipeiksa di Mapolres Brebes

BREBESNEWS.co – Lelaki berinisial Mas (35) warga Pagejugan Kecamatan Brebes, diduga telah mencabuli seorang bocah perempuan, berinisial I (8). Korban masih merupakan keponakan dari istrinya.

Akibat perbuatannya, kini tersangka (Mas) harus mendekam di Mapolres Brebes untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto melalui Kasubag Humas, AKP Radiyanti, menuturkan tersangka diamankan beberapa hari yang lalu berdasarkan laporan keluarga korban.

Tersangka ditangkap di rumahnya di Desa Pagejugan Kecamatan Brebes,” kata Radiyanti, Kamis (2/11/2017).
Radiyanti menjelaskan, tersangka mengiming-imingi korban ke pasar malam Karangbirahi Agustus bulan lalu.

Sepulang dari tempat hiburan rakyat itu, tersangka mengajak pulang dengan melewati jalan lingkar utara (Jalingkut) Brebes.

Di tengah jalan yang sepi, tersangka menepikan sepeda motornya dengan mengatakan akan buang air kecil.

Beralasan buang air kecil, namun tersangka justru mengajak anak perempuan itu ke lahan kosong tak jauh dari jalan tepatnya di Desa Pagejugan, Kecamatan Brebes.

“Kemudian, tersangka melepas celana luar dan dalam korban. Korban pun dipaksa untuk tengkurap,” ucapnya.

Selanjutnya, tersangka membekap mulut korban dengan kedua tangannya. Setelah itu, Mashuri melakukan aksi bejatnya dengan menempelkan kemaluannya ke bagian pantat korban hingga nafsunya terlampiaskan.

“Korban pun melaporkan aksi pamannya itu ke ibunya dan istri tersangka,” imbuhnya.

Merasa tidak terima, akhirnya keluarga pun melaporkan tersangka ke Mapolres Brebes.

“Saat ini sudah ditangani oleh penyidik,” tutur Radianti.

Sementara Mas, sang pelaku ketika ditanya, mengakui semua tindak kejahatannya itu.
Ia mengaku melakukan tindak pencabulan lantaran terbawa hawa nafsu.

“Ini musibah. Baru satu kali. Dan saya benar-benar kapok,” ucap tersangka saat ditanya para awak media.

Atas tindakannya, tersangka melanggar Pasal 82 UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ancamannya, hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. (AFiF.A)

Posted in: Kriminal