By 18 November 2017

Kholik Sabet Perunggu di Ajang Olah Raga Paralympic Pelajar Nasional VIII

Moh Kholik Subechi dengan hadiah perunggunya yang di dapat dalam Pekan Olah Raga Nasiponal Paralympic VIII di Solo Jawa Tengah

BREBESNEWS.co – Siswa Madrasah Aliyah (MA) Negeri Brebes 01 Moh Kholik Subechi berhasil meraih perunggu pada ajang Pekan Paralympic (pertandingan olahraga dengan berbagai nomor untuk atlet yang mengalami cacat fisik) Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII 2017.

Kholik merupakan satu-satunya siswa penyandang Disabilitas (cacat tubuh) Brebes yang mewakili Provinsi Jawa Tengah.

Kompetisi olahraga pelajar difabel telah berlangsung 7-14 November 2017. Kemenangan Kholik mampu menyumbangkan Kontingen Jawa Tengah sebagai juara umum Peparpenas dengan mendulang 18 emas, 7 perak dan 11 perunggu.

“Alhamdulillah, saya bisa menyumbangkan medali meski baru perunggu,” tutur Kholik saat dihubungi penulis di loby Madrasah, Jumat (17/11/2017).

Siswa Kelas 10 MIA 2 MAN Brebes 01, asal Desa Cimohong Kecamatan Bulakamba ini, harus mengakui keunggulan atlet dari Jatim yang meraih emas dan Provinsi Riau yang meraih perunggu.

Lelaki kelahiran Brebes 11 Februari 2001 ini meraih medali perunggu untuk cabang olah raga Tenis Meja Tunggal Putra setelah melampaui tahapan penyisihan hingga final di GOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Jawa Tengah.

“Untuk Tenis Meja, hanya 30 kontingen provinsi saja yang mengikuti,” tutur penggemar Bakso ini.

Kholik mengaku menyukai olah raga tenis meja ketika menginjak kelas 8 di SMP 1 Tanjung. Awalnya minder karena memiliki kekurangsempurnaan pada kedua kakinya. Namun dengan semangat yang membaja terus berlatih empat kali dalam seminggu akhirnya mahir bermain tenis meja.

“Dalam seminggu, saya minimal berlatih 4 kali,” tutur anak pasangan Tarmudi dan Rukayah.

Anak ke-4 dari 5 bersaudara ini berlatih di rumahnya Jalan H Toyib 3 Cimohong Utara, Tanjug. Juga di SMP 1 Tanjung dan MA N Brebes 01.

“Saya berterima kasih kepada pembimbing Pa Syaeful Juri selaku guru olah raga dan Pa Sodikin Waka Kesiswaan MAN Brebes,” ucapnya.

Dengan motto hidupnya ‘Jangan Pernah Menyerah’, dia bertekad meraih cita-citanya menjadi Menteri meski memiliki kekurangan cacat kaki bawaan sejak lahir.

Selain menjadi atlet tenis meja, pemilik berat badan 51 kilogram dan tinggi badan 160 centimeter ini juga menggemari olah raga volley ball dan basket.


Perhatian pemerintah

Sebagai penyandang disabilitas, Kholik merasa, kaum difabel belum mendapat perhatian penuh dari pemerintah.

Pemerintah belum banyak memberikan fasilitas untuk penyandang disabilitas seperti sarana dan prasarana olah raga khusus bagi teman sejawatnya. Juga berbagai fasilitas umum banyak yang tidak menyediakan, seperti trotoar khusus, tangga khusus di pertokoan dan lain-lain.

“Saya berharap, berbagai sarana dan prasara khusus penyandang cacat untuk dipenuhi,” pintanya.

Kepala MAN Brebes 01 Tobari turut berbangga hati dengan prestasi yang telah ditorehkan oleh siswanya. Di madrasahnya, menerima siswa penyandang disabilitas dan tidak membeda-bedakan.

Prestasi yang telah ditorehkan Kholik, kata Tobari, sangat membanggakan hati. Sehingga pihak Madrasah langsung memberikan reward berupa beasiswa prestasi biaya pendidikan selama sekolah di MAN Brebes.

“Beasiswa ini semoga bisa mendorong prestasi Kholik dan juga memotivasi siswa lain untuk lebih berprestasi,” pungkasnya. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi