By 19 November 2017

Maulidan di SMAN 1 Brebes : Fisik Nabi SAW Tidak Wajib Ditiru

Habib Umar Al-Muthohar saat mengisi pengajian akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Brebes, Jumat (17/11/2017) malam.

BREBESNEWS.co – Kondisi fisik Nabi Muhammad SAW, tidak wajib ditiru karena menjadi hak prerogratif Allah SWT dalam menciptakan bentuk manusia.

Tetapi yang wajib ditiru adalah akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari manusia karena akan membawa keselamatan dunia dan akherat.

“Allah yang membentuk fisik manusia, termasuk fisik Nabi Muhammad dan tidak wajib ditiru bentuk fisiknya,” demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al- Madinah, Cepoko, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah Habib Umar Al-Muthohar saat mengisi pengajian akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 1 Brebes, Jumat (17/11/2017) malam.

Sebagai umat Nabi, lanjutnya, tidak harus menyesuaikan bentuk fisik Nabi seperti berhidung mancung, ganteng, ataupun berjubah dalam berpakaian.

“Yang wajib ditiru adalah meneladani perilaku Nabi, akhlak Nabi, karena dialah satu-satunya tauladan umat manusia,” tegas Habib.

Pribadi Nabi, lanjutnya, sudah ditempa sejak masih kecil berupa pengasuhan kepada Halimatus Syadiyah. Dalam artian, Nabi sudah mondok sejak masih kecil. Dalam diri Nabi juga memiliki keistimewaan berupa sifat jujur yang menjadi mata uang dan berlaku di mana-mana.

Allah SWT memberikan contoh berupa manusia yakni Nabi Muhammad, agar bisa ditiru oleh manusia. “Kuasa Allah dengan menurunkan manusia sebagai Nabi, bukan malaikat ataupun setan agar bisa diterima dan ditiru oleh manusia,” tegasnya.

“Jadi manusia bisa meniru akhlak Nabi, karena Nabi berupa manusia yang berakhlakul kharimah,” ujarnya.

Habib menjelaskan, dalam perjalanan hidup Nabi juga selalu dibimbing Allah SWT. Pada tahapan Muhammad sebelum menjadi Nabi, dia diberi kelebihan oleh Allah berupa Ilmu, Iman dan Akhlakul Kharimah. Sehingga ketika menjadi pemimpin, Nabi sudah memiliki ilmu, iman dan akhlak yang mulia.

“Nabi telah mendapat legitimasi sebagai orang yang paling jujur dengan gelar Al Amin,” ungkapnya.

Untuk mencapai kesuksesan, sambungnya, dengan mengutamakan kejujuran. Dengan jujur maka akan sukses. Nabi berdagang dengan jujur maka dagangannya laris luar biasa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengajak para siswa untuk melakukan sholat tahajud dan sholat dluha secara rutin. Bersekolah itu, tidak hanya menuntut ilmu yang diajarkan dari guru saja.

Tetapi harus meminta pertolongan pada Allah SWT dengan rajin beribadah, membantu orang tua dan sayang kepada guru dan teman-teman.

Kepala SMA Negeri 1 Brebes Winaryo MPd mengaku bangga dengan kreatifitas OSIS yang menggelar Pengajian Akbar dalam rangka menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pengajian akbar yang baru kali digelar untuk masyarakat umum itu, akan diteruskan setiap tahun dengan menggandeng masyarakat sekitar.

Pengajian ini juga menggandeng sekolah-sekolah di Brebes untuk berpartisipasi dalam parade hadroh.

“Ternyata seluruh SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Kota Brebes memiliki grup hadrah,” pungkasnya. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi