BrebesNews.Co 3 December 2017 Read More →

Besok Senin, Idza – Narjo Dilantik Gubernur Ganjar

Hj Idza Priyanti, SE,MH

BREBESNEWS.co –Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Brebes Hj Idza Priyanti SE MH bersama Narjo, SH, sesuai jadwal, Senin (4/12/2017) akan di lantik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Wisma Perdamaian Semarang.

Ditemui di kediamannya, pendopo kabupaten, Idza menyampaikan rasa syukur dan penghargaan yang tinggi kepada masyarakat Brebes dan semua pihak yang telah membantu mengantarkan dirinya kembali dipercaya untuk menjadi Bupati Brebes.

Untuk itu dirinya mohon doa restu, semoga Allah SWT selalu melindungi dan menuntun perjalanan mengayuh pemerintahan Kabupaten Brebes hingga lima tahun ke depan.

Sebagai Bupati Brebes untuk dua periode ini, Hj Idza Priyanti SE MH tetap akan menerapkan sikap dan sifat yang ngayomi, ngayemi dan ngayahi.

Ketiga prinsip tersebut diberlakukan kepada masyarakat Brebes, termasuk kepada keluarga demi mencapai kemajuan Kabupaten Brebes.

“Saya akan selalu ngayomi, ngayemi dan ngayahi untuk kemajuan Brebes,” tutur Idza Priyanti saat berbincang dengan penulis di Pendopo Brebes, Minggu (3/12/2017).

Istri dari Drs H Kompol Warsidin MH ini menjelaskan, ngayomi dalam artian memberikan perlindungan kepada masyarakat Brebes agar terhindar dari berbagai musibah dengan merealisasikan program program yang pro rakyat.

Ngayemi, dikandung maksud memberikan ketentraman, kedamaian, suasana kondusif tanpa kegaduhan sehingga masyarakat bisa bekerja maksimal. Sedang Ngayahi, mengandung arti memberikan kekayaan dalam bentuk kaya ilmu dan kaya hati,

“Dengan kaya ilmu dan kaya hati, saya yakin masyarakat Brebes akan maju dan bermartabat,” ujar wanita kelahiran Tegal, 9 Januari 1971.

Bangun infrastruktur dan RS

Idza bertekad, dalam lima tahun kedepan (2017 – 2022) akan menyelesaikan infrastruktur jalan yang tinggal 25 persen, juga infrastruktur irigasi dan jembatan.

Pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) Brebes dan Bumiayu juga akan diselesaikan demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Yang tidak kalah penting, adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Brebes. Upayanya dengan sekolah gratis, peningkatan ketrampilan bagi masyarat dengan kursus maupun pelatihan usaha produktif.

“Dengan pendidikan dan bekal ketrampilan yang cukup, masyarakat Brebes mampu berdaya saing,” ujarnya penuh yakin.

Menurut Idza, sebagai daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat serta tidak jauh dari Jakarta, membuka kran investasi adalah langkah yang sangat tepat.

Sebab fasilitas jalan tol dan double trak kereta api, membuka peluang percepatan distribusi barang dan jasa, maka Brebes mendapat perhatian khusus dari para investor.

“Peluang ini, membuat Brebes sangat strategis maka kran investasi kami buka seluas-luasnya. Brebes sangat pro investasi dengan berbagai kemudahan,” ungkap ibu dari Raihan Rakha, Elsanthi Nabiihah Salma, Elshinta Nafiisah Salma, Muhammad Rafi Danendra.

Etos karja

Sepak terjang anak pasangan dari H Ismail (Alm) dan Hj Rugayah ini tidak tertandingi. Nyaris waktu 24 jam dalam sehari tidak cukup baginya untuk bekerja.

Kadang, agenda kerja yang begitu teramat padat, merenggut seluruh waktu yang tersisa. Sampai-sampai tiada waktu lagi bisa untuk bercengkerama dengan keluarga di rumah.

Dalam menjalankan tugas, Idza mengaku pantang menyerah dan tidak mengenal capek. Kondisi fresh yang tercipta karena dilandasi hati yang ikhlas dan selalu bersyukur dalam bekerja.

“Kalau tidak ikhlas dan kurang bersyukur, tentu akan capek dan berpengaruh pada kondisi fisik,” terang Idza yang alumni Master Unissula Semarang.

Puasa dan dzikir, menjadi menu yang sesekali disantap dalam melaksanakan tugas. Termasuk rajin mengaji dan meminta fatwa dari para ulama Brebes maupun ulama luar daerah.

“Kalau ada kegiatan pengajian, saya seneng mengikutinya sampai selesai sekalian menimba ilmu,” ucapnya.
Jaga keutuhan keluarga

Untuk menjaga keutuhan rumah tangganya, dia mengisi bangunan kekokohan keluarganya dengan memanfaatkan waktu luang dengan kembali ke Pendopo usai tugas.

Pertemuan berkualitas dia bangun dengan guyon, bercengkerama, curhat maupun berolah raga bersama. Sesekali menyapa lewat telephon ketika berada di mobil saat perjalanan ke suatu kegiatan.

“Menyapa anak-anak walau lewat WA, kami sering lakukan. Kalau pas libur dan tidak ada kegiatan kantor kami berwisata untuk menjalin keakraban,” tuturnya.

Sebagai suami, Kompol Warsidin membenarkan kalau keluargannya juga selalu dibangun dengan sekuat tenaga. Semua anaknya juga diarahkan pada pendidikan yang berlatar belakang agama dan disiplin yang kuat.

Dalam setiap kegiatan, lanjut Warsidin, terutama kegiatan malam hari ataupun ke luar kota selalu mendampinginya. Sebagai suami, dia memberikan support dan arahan bila diperlukan.

“Kami saling mengerti, saling pengertian antara tugas dan kewajiban,” ungkapnya saat mendampingi wawancara. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi