BrebesNews.Co 29 December 2017 Read More →

Harga Anjlok Drastis, Ratusan Petani Bawang Demo di Kantor Bupati

Demo petani bawang yang meminta bupati Brebes turun tangan mengatasi anjlognya harga bawang yang drastis ditingkat petani

BREBESNEWS.co – Jumat siang (29/12/2017) ratusan petani bawang merah dari berbagai desa di Brebes berdemonstrasi di depan kantor Bupati Brebes.

Mereka yang datang terdiri para pria dan sebagian wanita, dengan menggunakan mobil bak terbuka memprotes harga bawang merah yang menurun drastis hingga Rp 4.000 per kilogram.

Massa yang berasal dari sejumlah kelompok tani di berbagai kecamatan itu datang membawa poster dan spanduk berisi tuntutan, antaranya agar Bupati Brebes bisa memberikan solusi dengan menurun drastis harga bawang saat ini.

Pendemo bergantian berorasi menyuarakan tuntutan di luar pagar kantor bupati karena tak diperbolehkan masuk ke halaman kantor yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan Satpol PP.

Dalam kesempatan itu, mereka meminta bertemu langsung dengan Bupati Brebes Idza Priyanti. Karena Idza sedang bertugas di luar kota, Wakil Bupati Brebes Narjo yang menemui, tapi massa karena mereka ingin bertemu dengan bupati.

Aksi demo yang berlangsung selama 20 menit itu sempat terjadi insiden kericuhan, karena pendemo berusaha menerobos memanjat pagar untuk bisa bertemu bupati Brebes Idza Priyanti.

Salah seorang petani asal Desa Dumeling Kecamatan Wanasari Rastono, kepada BREBESNEWS.co menuturkan, turunnya harga bawang merah sudah terjadi sejak satu bulan terakhir.

Sebagai petani dengan turunya harga bawang, merasa merugi karena harga jual tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan.

Menurut Rastono, tanaman bawangnya seperwulon saat ini hanya dihargai 5 juta rupiah, padahal untuk bisa untung paling tidak dihargai 15 hingg 20 juta rupiah.

“Kami sampai harus menggadaikan BPKB motornya ke bank untuk menutupi biaya produksinya, seperti membayar obat-obatan ke toko obat,” kata Rastono.

Petani yang juga koordinator demo, Muhammad Subhan, (40) asal Desa Tegalglagah Kecamatan Bulakamba, meminta pemerintah daerah ikut andil menstabilkan harga bawang merah.

“Sebab, harga bawang yang normalnya dijual Rp 15 ribu per kilogram turun menjadi Rp 4.000 per kilogram. Ini sunggu memprihatinkan,” seru Subhan.

Subhan mensinyalir, harga bawang merah turun drastis gara-gara kebijakan pemerintah yang membuka 10 kawasan budi daya bawang merah di sejumlah daerah.

“Inilah yang membuat harga bawang jadi turun. Stok bawang surplus karena panen di mana-mana,” ujarnya lagi.

Sementara itu Wakil Bupati Brebes Narjo, saat menemui pendemo, mengatakan Dinas Pertanian Brebes Pemkab Brebes mencatat pada bulan ini terjadi panen besar-besaran di sejumlah daerah, termasuk Brebes.

Jumlahnya mencapai ratusan ribu ton sehingga stok bawang merah nasional surplus. I

“tulah yang membuat harga bawang merah anjlok. Karena itu, pihaknya sudah mengirim surat kepada Kementerian Pertanian terkait dengan anjloknya harga bawang ini pada 18 Desember 2017,” ucap Narjo.

Untuk menekan agar petani tidak rugi, tambah Narjo, pihak Pemkab sudah mengubungi Bulog untuk menyerap panenan bawang petani.

“Bulog juga sudah merespons akan melakukan penyerapan bawang merah di sejumlah daerah,” tutur Narjo. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi