BrebesNews.Co 20 December 2017 Read More →

Panwaskab Panggil Kadisnaker dan Industri Brebes Terkait Deklarasi Cagub

Pemanggilan Panwas Gubernur Kabupaten Brebes kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Industri Brebes (paling kanan) Zaenudin

BREBESNEWS.co – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pilkada Gubernur Kabupaten Brebes, Selasa (19/12/2017) memanggil seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten Brebes.

Pemanggilan itu terkait dugaan pelanggaran netralitas PNS, karena pejabat tersebut diketahui hadir di acara deklarasi pengukuhan pengurus satu organisasi buruh yakni Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di satu hotel di Brebes pada pekan lalu.

Pada acara pengukuhan relawan yang mendukung satu pihak yang akan maju pada Pilgub Jateng, pejabat yang diketahui eselon II, dari Dinas Ketenagakerjaan dan Industri Kabupaten Brebes, Zaenudin.

Selain itu juga ada pejabat dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Wika Buntang.

“Dalam acara itu juga ada kegiatan pengukuhan Relawan Jateng Gayeng yang dihadiri Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko,” kata Wakro.

“Kami menemukan sejumlah mobil dinas berplat merah terparkir di hotel lokasi pengukuhan relawan itu,” tegasnya.
Karena itu, pihaknya memanggil Zaenudin untuk dimintai klarifikasi. Sedangkan untuk pejabat provinsi, Wakro menjelaskan akan ditangani Badan Pemgawas Pemilu Jateng.

“Berkas sudah kami limpahkan. Jadi, urusan pejabat provinsi itu menjadi kewenangan Bawaslu Jateng,” ucapnya, kepada sejumlah awak media.

Di Brebes, kata dia, sudah memanggil lima orang. Yakni empat orang dari unsur SBSI dan satu orang dari PNS yakni Zaenudin.

“Setelah ditelusuri, ternyata, satu orang dari empat anggota SBSI itu juga merupakan PNS. Dia bekerja di kecamatan,” jelas Wakro.

Namun dia enggan membeberkan identitas PNS yang juga menjadi koordinator Relawan Jateng Gayeng di Brebes itu.

Untuk hasil klarifikasi, dia belum bisa menjelaskannya karena masih dalam pemeriksaan dan pendalaman semua terlapor yakni PNS yang datang pada acara itu.

Jika terbukti bersalah, ia menegaskan ada sanksi tegas yang menanti. Dari peringatan keras hingga pemberhentian tidak terhormat yang dikeluarkan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Jika terbukti, kami akan menyampaikan ke KASN. Tentunya ada sanksi yang berlaku,” imbuhnya.

Sementara usai pemeriksaan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Industri Brebes Zaenudin, membantah dirinya ikut deklarasi.

Dia datang ke tempat tersebut, karena ada disposisi dari Bupati Brebes untuk supaya hadir, ke acara yang melibatkan organisasi tenaga kerja (SBSI-red) sebagai wakil dari pemerintah kabupaten.

“Saya datang ke acara Deklarasi SBSI, untuk mewakili bupati sebagai kepala pemerintahan kabupaten,” tandasnya. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi